Selamat Ulang Tahun, Aku!

Tags

,

KESAL!

Entah siapa yang harus aku salahkan dengan keadaan ini. Tanggal 30 Agustus akan menjadi hari istimewa untukku. (rencananya) Pagi hari aku akan menghadiri Final Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Bali Tahun 2013, lalu sorenya aku akan merayakan hari ulang tahunku yang ‘tertunda’ satu hari. Tapi memang hanya Dia yang berkuasa, kita hanya bisa merencanakan. Haruskah aku kesal pada Nya?

Pacarku, Continue reading

Kupang, Ku Labuhkan Cita dan Cintaku Padamu! (4) ~habis

Tags

, ,

Hari terakhir kami di Kupang. Belum sempat ke Rote, belum menapak Flores dan menjelajahi pulau Komodo. Ah! Indonesia harus bangga punya NTT. Pulau yang kaya dan indah, yang semestinya diperlakukan adil dalam pengembangannya. Sayangnya keadaan geografis NTT yang berpulau-pulau tak bisa kami tempuh dalam waktu yang singkat ini. Aku dan Maya berjanji bahwa kelak kami akan kembali ke tanah ini. Bersama atau dengan pasangan masing-masing. NTT masih menawarkan pesonanya untuk kami jelajahi lebih dalam lagi.


Bangun pagi kami nonton Doraemon dulu (wajib!) lalu sarapan. Di ruang makan kami atur strategi tentang sewa motor atau sewa mobil. Setelah diskusi dengan pihak hotel kamipun akhirnya memilih cari taksi saja. Lebih efisien karena setelah jalan-jalan bisa langsung kejar pesawat ke bandara (ga perlu dikejar juga sih). Oiya taksi di Kupang biasanya memakai mobil (ya semacam xenia, avanza, apv) dengan tarif perjamnya Rp 70.000 jauh dekat sama ya dihitungnya perjam hehehe…..

WP_001841

Rute pertama kami adalah pasar oleh-oleh, Maya ingin membeli minyak Cendana dan aku ingin beli Madu Putih dan kacang Rote. Pak Thomas sopir kami sangat baik mengantarkan kami berkeliling. Ke pusat kuliner dan beli kayu cendana. Minyak kayu cendana ternyata sudah makin langka, dan harganya *hemm* mahal juga yah. Untuk minyak cendana seukuran botol minyak kenyongnyong *eh berapa mililiter yah?* harganya mencapai Rp 85.000. Aku beli madu putih dan madu karang yang katanya jarang ditemukan di daerah lain, per botol mini harganya Rp 45.000. Lainnya aku beli kacang Rote Rp 35.000/bungkus dan Sagu Kupang Rp 18.000/bungkus dan makanan lainnya. Puas berbelanja, kamipun meminta diantar ke Pura di Kupang. Bapak pernah cerita tapi lupa nama puranya. Setelah browsing di internet akhirnya kami menemukan nama dan alamat Puranya ‘Pura Oebananta” di Fatubesi, Kota Lama, Kupang.

Pura Oebananta Kupang

Puranya megah, Continue reading

Kupang, Ku Labuhkan Cita dan Cintaku Padamu! (3)

Tags

, ,

VISIT KOMODO 2013!
Ahh…beruntungnya aku disela pusingnya kelas matrikulasi dengan materi Biostatistika dan Epidemiologi aku sempat berplesiran ke Tanah Komodo, Kupang! Walau misi utama untuk tes wawancara tapi misi pertama adalah berkeliling Kupang. Aku dan Maya memutuskan banyak hal menarik dalam waktu yang singkat. Singkat kata aku dan Maya sudah ada ikatan Chemistry yang kuat. Tak perlu panjang kata, kami sudah jumpa kata sepakat! 🙂

Oiya aku belum perkenalkan, dia Maya. Salah seorang kandidat yang juga lolos ke seleksi wawancara. Wuih, kalau ditanya prestasinya super ngeri deh! Salah satunya, dia sempat mengikuti pertukaran pemuda ke Amerika Serikat. Ya sederhananya, jika lolos beasiswa ini, dia akan mengulang kengeriannya terdahulu. Perempuan Bali yang cerdas dan suka tantangan. Aku selalu suka bertemu dengan perempuan yang tak gentar memperjuangkan cita-citanya. Maya adalah salah satu aset berharga pulau Dewata.

Hari pertama tiba di Kupang, kami tak banyak berkeliling. Hanya menikmati keindahan pantai Timor raya yang sungguh menawan, bersih dan khas Indonesia. Ada perahu tradisional dan nelayan yang menyebarkan jaringnya. Hari pertama kami menginap di Swiss Bell-in Kristal Kupang. Harga menarik kami dapatkan, setelah menunjukkan boarding pass Garuda Indonesia. Ahh kami memang beruntung!

Pantai Timor Raya Kupang

Hari pertama, Continue reading

Kupang, Ku Labuhkan Cita dan Cintaku Padamu! (2)

Tags

, ,

Image

(Foto ini diambil oleh Mba Diana sesaat setelah sampai di IIEF)

Aku mencoba menghubungi ponsel Mba Diana. Mencoba mengatakan bahwa dokumenku titip di counter maskapai saja, sesampainya aku disana akan aku ambil. Entah akan aku delegasikan ke ojek taksi di bandara atau akan aku bawa sendiri nantinya. Aku sudah tidak peduli apakah akan terkirim atau tidak. Ternyata Sinusitis membuat hidupku dramatis dan membuatku menangis. Ponselnya belum bisa aku hubungi mungkin baterai habis atau memang belum sampai Jakarta. Mungkin saja pesawatnya Delay atau aku yang merasa jika waktu tiba-tiba berjalan lambat. Aku menuju bandara Ngurah Rai dengan langkah gontai. Aku ingin tidur saja kepalaku berputar cepat, hidungku banjir mampat. Aku penat!

12 April 2013, aku tiba di Jakarta sekitar pukul 17.00 WIB. Tanpa menyalakan ponselku, aku mencari sudut ruangan dan kemudian rebahan. Ini adalah penerbangan terburuk yang pernah aku alami. Sinusitis dan hati yang gundah menambah perih dan gerah. Pramugaripun kebingungan melihatku menangis tanpa henti saat di udara. Aku hanya minta air putih lalu melanjutkan memejamkan mata penuh air mata. Hingga sudah di daratpun aku kembali tidur dan terbangun saat matahari tak ada lagi di angkasa. Hari sudah malam. Aku sudah melupakan dokumen itu. Tujuanku ke Jakarta saat itu adalah untuk tes masuk UI lusa pagi. Seburuk apapun kondisiku aku harus ikut tes. Aku harus memperjuangkan mimpiku yang lain!

Kupang, Jumat 23 Agustus 2013 semuanya terjawab. Perjuanganku tak sia-sia. Pengorbanan banyak orang tak percuma. Dihadapan tujuh juri aku berbicara tentang mimpi dan risetku. Apapun hasil akhirnya kelak, aku sudah siap sejak saat ini.

Image

(Aku sebelum wawancara)

Usai wawancara kembali terbayang dalam benakku, Continue reading