Tags

, ,

Hari terakhir kami di Kupang. Belum sempat ke Rote, belum menapak Flores dan menjelajahi pulau Komodo. Ah! Indonesia harus bangga punya NTT. Pulau yang kaya dan indah, yang semestinya diperlakukan adil dalam pengembangannya. Sayangnya keadaan geografis NTT yang berpulau-pulau tak bisa kami tempuh dalam waktu yang singkat ini. Aku dan Maya berjanji bahwa kelak kami akan kembali ke tanah ini. Bersama atau dengan pasangan masing-masing. NTT masih menawarkan pesonanya untuk kami jelajahi lebih dalam lagi.


Bangun pagi kami nonton Doraemon dulu (wajib!) lalu sarapan. Di ruang makan kami atur strategi tentang sewa motor atau sewa mobil. Setelah diskusi dengan pihak hotel kamipun akhirnya memilih cari taksi saja. Lebih efisien karena setelah jalan-jalan bisa langsung kejar pesawat ke bandara (ga perlu dikejar juga sih). Oiya taksi di Kupang biasanya memakai mobil (ya semacam xenia, avanza, apv) dengan tarif perjamnya Rp 70.000 jauh dekat sama ya dihitungnya perjam hehehe…..

WP_001841

Rute pertama kami adalah pasar oleh-oleh, Maya ingin membeli minyak Cendana dan aku ingin beli Madu Putih dan kacang Rote. Pak Thomas sopir kami sangat baik mengantarkan kami berkeliling. Ke pusat kuliner dan beli kayu cendana. Minyak kayu cendana ternyata sudah makin langka, dan harganya *hemm* mahal juga yah. Untuk minyak cendana seukuran botol minyak kenyongnyong *eh berapa mililiter yah?* harganya mencapai Rp 85.000. Aku beli madu putih dan madu karang yang katanya jarang ditemukan di daerah lain, per botol mini harganya Rp 45.000. Lainnya aku beli kacang Rote Rp 35.000/bungkus dan Sagu Kupang Rp 18.000/bungkus dan makanan lainnya. Puas berbelanja, kamipun meminta diantar ke Pura di Kupang. Bapak pernah cerita tapi lupa nama puranya. Setelah browsing di internet akhirnya kami menemukan nama dan alamat Puranya ‘Pura Oebananta” di Fatubesi, Kota Lama, Kupang.

Pura Oebananta Kupang

Puranya megah, terletak di pesisir pantai dekat pelabuhan. Halamannya dipenuhi bunga kamboja, disisi lain ada renovasi pagar pura. Angin bertiup kencang kami bersembahyang dengan khidmat. Khusyuk dengan doa masing-masing.

Di pura kami bercerita tentang banyak hal. Mungkin bisa dibilang curhat terselubung. Aku senang bertukar cerita dengan Maya, kami nyaman menjadi teman seperjuangan 3 hari ini. Kadar kegilaan kami hampir sama 🙂

Setelah lewat pukul 12.00 WITA kami mepamit lalu menuju bandara. Penerbangan kami tepat pukul 13.00 WITA.
Terimakasih Kupang, hari-hari yang sangat menyenangkan dan menegangkan. Tempat ku merajut cita dan melabuhkan cinta. Aku cinta sejak pertama kali mendengar namamu dari cerita bangganya Bapakku pernah menjadi warga di tanahmu. Atau cerita rindu ibuku, menanti bapak yang mengabdi di tanah tandus. Kali ini aku buktikan sendiri, Kupang kota penuh kasih. Kota penuh harapan.

Tunggu aku datang lagi, Kupang!

Advertisements