Tags

, ,

Image

(Foto ini diambil oleh Mba Diana sesaat setelah sampai di IIEF)

Aku mencoba menghubungi ponsel Mba Diana. Mencoba mengatakan bahwa dokumenku titip di counter maskapai saja, sesampainya aku disana akan aku ambil. Entah akan aku delegasikan ke ojek taksi di bandara atau akan aku bawa sendiri nantinya. Aku sudah tidak peduli apakah akan terkirim atau tidak. Ternyata Sinusitis membuat hidupku dramatis dan membuatku menangis. Ponselnya belum bisa aku hubungi mungkin baterai habis atau memang belum sampai Jakarta. Mungkin saja pesawatnya Delay atau aku yang merasa jika waktu tiba-tiba berjalan lambat. Aku menuju bandara Ngurah Rai dengan langkah gontai. Aku ingin tidur saja kepalaku berputar cepat, hidungku banjir mampat. Aku penat!

12 April 2013, aku tiba di Jakarta sekitar pukul 17.00 WIB. Tanpa menyalakan ponselku, aku mencari sudut ruangan dan kemudian rebahan. Ini adalah penerbangan terburuk yang pernah aku alami. Sinusitis dan hati yang gundah menambah perih dan gerah. Pramugaripun kebingungan melihatku menangis tanpa henti saat di udara. Aku hanya minta air putih lalu melanjutkan memejamkan mata penuh air mata. Hingga sudah di daratpun aku kembali tidur dan terbangun saat matahari tak ada lagi di angkasa. Hari sudah malam. Aku sudah melupakan dokumen itu. Tujuanku ke Jakarta saat itu adalah untuk tes masuk UI lusa pagi. Seburuk apapun kondisiku aku harus ikut tes. Aku harus memperjuangkan mimpiku yang lain!

Kupang, Jumat 23 Agustus 2013 semuanya terjawab. Perjuanganku tak sia-sia. Pengorbanan banyak orang tak percuma. Dihadapan tujuh juri aku berbicara tentang mimpi dan risetku. Apapun hasil akhirnya kelak, aku sudah siap sejak saat ini.

Image

(Aku sebelum wawancara)

Usai wawancara kembali terbayang dalam benakku, bagaimana Bu Lila meluangkan waktu membimbingku di sela repotnya urusan RS, bagaimana perjuangan seorang mba Diana yang baru pertama kali datang ke Jakarta dan memberanikan diri naik kopaja, ojek dan busway demi membawa dokumenku lalu mengumpulkannya tepat waktu. Aku selalu bersyukur dipertemukan dengan banyak orang baik disekitarku. Dipertemukan banyak kemungkinan dan kejutan indah dalam hidupku. Termasuk perjalanan kali ini, kesempatan langka nan istimewa berkunjung ke tanah impian, KUPANG. Tempat istimewa dimana ku labuhkan segala cita dan cintaku.

Image(Halo Kupang!)

Advertisements