Tags

WP_001759

19 Agustus 2013
Aku mulai membiasakan diri untuk bangun pagi. Jarak tempuh tanpa motor membuatku harus mempersiapkan diri lebih awal. Sekadar mandi dengan bersih dan isi perut biar tak nyeririt di jalan nanjak depan kostan. Hari ini adalah hari pertamaku kuliah lagi, setelah satu tahun menapaki dunia kerja yang sebenarnya tak sepenuhnya berada dijalur kuliahku terdahulu.
Setelah membuat janji dengan Lya Jatim, teman baruku yang awalnya menempuh studi Biologi di UNAIR kamipun berjumpa di Stasiun UI. Lya adalah teman sebaya pertama di program pascasarjana IKM UI yang aku kenal lewat Facebook.
Seperti kebanyakan orang baru, kami menikmati hari pertama dengan berkeliling bersama BiKun (Bis Kuning; bis gratis di kampus UI) Bukan untuk pengenalan lapangan tapi sepertinya kami asal saja naik BiKun. Jadilah berkeliling kampus sejenak sebelum akhirnya sampai di gedung kuliah kami. Jujur aku sangat senang berjumpa dengan Lya, perjalanan perdana kami dengan BiKun jadi lelucon saja. Kami tertawa saja melaluinya. Aku senang aku bisa mengawali hari ini dengan tertawa.

Sampai di gedung IKM Aku kembali mendapatkan 2 orang sahabat baru. Dia Rieke dari Bondowoso dan Mba Endah dari Lubang Buaya (eh ini nama daerah ya, bukan lubang yang lain :p). Rieke adalah pengantin baru, yang baru menikah tiga hari yang lalu dan kemarin malam baru sampai Jakarta, dia bidan yang sekarang menempuh studi master untuk peminatan kesehatan reproduksi. Mba Endah adalah seorang dokter lulusan UGM yang bertugas di sebuah Puskesmas di daerah Kramat Djati. Karena kelasku berbeda dengan Lya aku harus pisah dengannya, untungnya Mba Endah dan Rieke mendapatkan kelas yang sama denganku.
Ketika berkenalan dengan teman yang lain dan aku menyebut lulusan IKM UNUD mereka keheranan mengetahui keberadaanku di kelas matrikulasi. Karena setahu mereka, kelas matrikulasi hanya diikuti oleh mahasiswa yang latar belakang studinya bukan dari IKM. Dosenku di kampus terdahulu juga mempertanyakan, mengapa tahun ini ada kelas matrikulasi. Karena ditahun beliau menempuh studi tidak ada kelas serupa. Mengetahui hal ini sayapun segera mencari informasi kebagian akademik kampus. Dari akademik saya memperoleh informasi bahwa seluruh mahasiswa baru program pascasarjana memang harus mengikuti kelas penyesuaian berupa matrikulasi. Memang ketika pengumuman dulu saya juga mendapatkan keterangan lulus dengan matrikulasi. Awalnya saya tetap berharap bahwa S.KM tidak perlu mengikuti kelas matrikulasi. Selain ada kepentingan yang lain, biaya matrikulasi juga menjadi pertimbangan saya. Di internet terdapat biaya sebesar Rp 5.000.000 untuk mengikuti kelas matrikulasi. Tapi sepanjang saya kuliah hari ini belum ada sedikitpun dibahas mengenai biaya ini. Kembali saya mencari informasi ke bagian akademik. [Mungkin hari ini, saya adalah mahasiswa baru yang paling sering mukanya nongol di bagian akademik] Info yang saya dapatkan, biaya belum ada pengumuman lebih lanjut, nanti akan diinformasikan segera. Ya sudahlah kalau begitu saya manut saja, mengikuti kelas bersama teman-teman. Toh tdiak ada ruginya jika kembali menyegarkan ingatan pada mata kuliah terdahulu. Tapi hiks……ini loooo mata kuliah ‘Favorit’ saya. Dihantam BIOSTATISTIK dan EPIDEMIOLOGI di hari pertama dan ternyata itu sangat menyenangkan. Kelas hari ini sangat menarik, pengajar yang yahud serta suasana kelas yang menyenangkan.
Di jeda waktu kuliah saya berkenalan dengan beberapa teman lagi. Jika di awal kuliah hari ini saya berjumpa dengan Rieke si pengantin anyar tiga hari dan Mba Endah ibu dari dua orang putra yang imut kali ini saya berkenalan dengan mba Asih. Mba Asih lulusan Akuntansi dia sedang hamil 6 bulan. Kami tak banyak bicara karena sepertinya dia akan rebahan sejenak. Setelah itu saya menuju bangku pojokan dikantin kampus. Niatnya mau cari colokan sembari kenalan dengan seorang teman lagi. Dia sibuk menyiapkan ASI untuk anaknya dirumah. Ah aku lupa namanya, tapi dia adalah seorang dokter lulusan universitas di Lampung. Sampai di dalam kelaspun aku masih tertarik melihat aktivitasnya menyimpan ASI dalam botol. Sedemikan semangatnya dia melanjutkan studi tanpa harus melupakan kewajibanya menjadi seorang ibu.
Aku belajar banyak dari teman-temanku hari ini. Dari semangat belajar para perempuan tanpa harus melupakan kodrat dan kewajibannya menjadi seorang ibu dan istri. Bersama Rieke aku pulang sore ini. Kami bercerita tentang kuliah ahri ini, terkadang aku bercerita tentang kehidupanku, kadang ia selingi pula tentang kisah LDR pernikahannya. Obrolan kami tetap berlanjut hingga di tukang print. Mencetak slide kuliah dan materi yang sepertinya bisa dijadikan bantal di rumah. Ah, aku ternyata merindukan suasana kampus yang penuh suka cita. Aku merindukan sensasi menajdi mahasiswa. Terimakasih Bapak dan Ibu sudah ‘menghadiahiku’ sebuah kesempatan yang istimewa ini. Doakan aku bisa mewujudkan mimpiku beberapa hari lagi. Jikapun aku belum diberi kesempatan menimba ilmu di negeri orang, aku sudah sangat bersyukur ada di kampusku saat ini. Bertemu dengan banyak suasana dan orang-orang baru. Ahh…begini toh rasanya jadi mahasiswa [lagi].

Advertisements