Tags

,

“Akhirnya kamu bisa lulus tepat waktu juga Doi…” ungkapnya sumringah. Saya hanya tersenyum dan menuju pojok ruangan, merapikan kembali lembaran-lembaran yang sebelumnya berhamburan.

Senyum bahagia terpancar jelas dari rona wajahnya yang lelah. Entah harus saya tanggapi hal itu sebagai sebuah ucapan selamat atau perasaan lega karena terbebas dari kerumitan hidup saya. Tapi dengan segala kerendahan hati, saya ingin mengucapkan terimakasih dan mohon maaf jika selama empat tahun saya telah menyeret banyak orang ke dalam labirin hiruk pikuk masa studi. *peluk cium*

Empat tahun, sepertinya belum cukup bagi saya untuk mempertajam indria menjadi lebih peka terhadap sekitar. Semakin saya asah selalu saja terasa kurang. Belajar membuat saya selalu haus, akan lega jika mendapatkan jawaban apapun itu. Terkadang saya merasa penat dan ingin mengakhiri studi saat mumet dikerubungi tugas praktikum. Tapi ketika mendapatkan tugas lapangan, duh senangnya bukan main. Jujur kuliah di PS.IKM-FK-UNUD seperti menjalankan hobi dengan lebih formal saja. Hobi saya berkomunikasi dan bersosialisasi, dan memang kampus ini menyediakan fasilitas dan kesempatan untuk mengasah kemampuan saya menjadi lebih baik. Kegiatan PBL, magang, peminatan semuanya dikemas dengan sangat mengasyikan. Belum lagi kegiatan kemahasiswaan, ada sosialisasi, BK IKM, AKA, dan kegiatan lainnya sungguh membuat masa-masa kuliah sangat menyenangkan. Walaupun ada sedikit riak, tapi semuanya masih bisa diatasi dengan komunikasi yang jujur dan kesiapan menerima konsekuensi yang ada.

Semester satu dulu, saya pernah menangis ketika menerima KHS (Kartu Hasil Studi) pertama. Ada nilai C bertengger disana. Sedihnya bukan main, mimpi untuk cum laude harus dibuang jauh-jauh. Semester dua saya lebih kebal, ada dua nilai C GEMUK tapi saya tak ambil pusing. Semester ini sangat menyenangkan karena ada banyak kegiatan yang saya ikuti, mulai dari kepanitiaan sosialisasi prodi hingga menjadi ketua BK IKM. Sungguh luar biasa pengalaman yang saya dapatkan. Dari sanalah saya mulai merasa bahwa ini adalah tempat saya untuk berkembang dan kemudian belajar terbang.Semester tiga perkuliahan mulai terguncang, kecelakaan lalu lintas yang saya alami mengharuskan saya untuk menempuh UAS dengan lebih rumit dari yang lain. Tapi lagi-lagi saya bersyukur diberikan dosen PA yang sangat  membantu saya mengatasi masalah ini (terimakasih dokter novi, semoga kita bisa berjumpa lagi). Semester empat saya sebenarnya ingin tobat, namun apa daya ternyata keterpurukan pasca operasi kecelakaan membutuhkan stimulus lagi untuk bangkit kembali. Bolos lagi saya UAS karena mengikuti Pertukaran pemuda ke Kalimantan dan DIY. Awalnya tanggal sudah diatur dengan baik, namun ada perubahan dan keberangkatan pun bertabrakan dengan jadwal ujian (yah, hal seperti ini sudah sering saya alami. Dan sayapun harus memilih). Menyusahkan dosen PA! itulah saya,terimakasih untuk pah Hery yang walaupun sedikit cuek dan galak, namun selalu memotivasi saya untuk bisa mengatur waktu berkegiatan dan kuliah dengan lebih baik lagi. Semester enam, tegang karena magang.

Liburan habis sudah untuk menjalankan mata kuliah ini. Untungnya saya magang di Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Bali, jadi bisa magang sambil berorganisasi. Terimakasih ya bu Masni dan semua keluarga besar LPA yang  telah membantu dan menemani saya bergalau ria *peluk sayang*. Semester tujuh adalah semester yang paling menyenangkan bagi saya. Selain mendapatkan tugas untuk PKL di Puskesmas saya bersama Dodok dan Estalita diberi kesempatan berharga  mengikuti program Bali Work Placement bersama mahasiswa dari Australia. Sungguh sangat menyenangkan! Kuliah seperti ini membuat waktu berjalan dengan sangat cepat. Istimewanya, pada semester ini akhirnya IP saya sempurna 4! Yah, walaupun belum berhasil cum laude setidaknya pernah juga merasakan sensasinya punya IP SEMPURNA. Semester delapan, semester yang penuh dengan godaan. Kuliah hanya tertumpu pada proposal dan skripsi. Namun peluang kerja ada dimana-mana. Saya penuhi hasrat berkreasi itu satu persatu. Mulai dari jadi tour manager hingga pergi ke ibu kota di detik terakhir pengumpulan skripsi. Bermain dengan deadline bermain dengan waktu yang terus menghimpit. Semakin saya tunda, semakin tak enak untuk makan dan tak nyenyak untuk tidur. Namun akhirnya 25 Juni 2012 terbayar sudah semua jerih payah itu. Terimakasih untuk ibu Eka, pembimbing saya yang selalu mengerti apa saja alasan saya menunda dan bagaimana saya menyelesaikan tugas akhir ini. Delapan semester yang sangat menyenangkan!

Pernah marah pada diri sendiri? saya pernah! Bahkan sering. Tapi kali ini saya akan mengapresiasi perjuangan atas nama kerjasama indria yang membuat saya bersyukur menjadi seorang Ridoi. Sebenarnya saya lebih banyak menghabiskan masa muda sebagai pekerja seni namun saya juga memberanikan diri untuk meluangkan waktu menjadi mahasiswa. “Jangan sampai kuliah menganggu hobi.” Sindiran halus yang sering saya dapatkan dari orang tua di rumah. Tapi ya mau gimana lagi ? Jika saya ingin dan semesta mendukung, semua akan tetap terjadi. *kejit kejit*

Bercerita tentang masa kuliah, pasti akan sangat menyenangkan jika dikenang nanti. Semester awal saya suka menyibukkan diri dengan PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) dan PMW (Program Wirausaha Muda) yang saya ikuti. Ajaibnya, saya didukung oleh teman-teman yang  berkekuatan super pula. Terimakasih teman-teman, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan ya. Tak hanya kegiatan kampus, saya masih bisa menari bebas di kegiatan luar kampus. Berpartisipasi di Jegeg Bagus Gianyar, Puteri Kampus, Queen USPH, duta wisata Jambore, Pertukaran pemuda, Duta Bahasa, pengurus nasional PAMI, SC kegiatan universitas, wirausaha muda mandiri, dan kegiatan komunitas lainnya membuat saya hampir terlena, melupakan tugas utama saya sebagai mahasiswa, BELAJAR, DATANG KE KAMPUS, dan berperilaku seperti MAHASISWA NORMAL lain. Untungnya saya punya pacar yang juga berperan jadi pengawas studi *hahaha*

Dua bulan tak bertemu, saya merasa gelisah. Ya, saya yakin diapun demikian. Syarat untuk bisa melepas rindu hanya satu, LULUS TEPAT WAKTU dan dia akan datang saat saya wisuda. Tutup mata tutup telinga akhirnya saya memilih untuk babak belur dan skripsi bisa terselesaikan di detik terakhir batas waktu. Lega! Sampai berjumpa Agustus nanti sayang……

Ya, mungkin kehidupan di kampus selama empat tahun tidak akan bisa terselesaikan hanya dalam satu tulisan. Tapi dengan semua memori dan cerita yang saya miliki, saya menjadi semakin yakin menatap ke depan, bahwa sesungguhnya KITA BISA jika KITA BERUSAHA.

Nikmatilah setiap detik menjadi mahasiswa. Sekali-kali bolos tak apa, asalkan bermanfaat.  Jangan takut, tidak selalu hadir dalam perkuliahan TIDAK AKAN SELALU membuatmu lulus tak tepat waktu. Yakinkan diri jika ingin berlari mengambil jalan terjal berliku, kita juga memiliki kesiapan mental dan fisik yang bagus hingga di finish nanti. INGAT : JANGAN SAMPAI KULIAH MENGANGGU HOBI.  Yang terpenting kita tidak merasa tersesat saat mengikuti perkuliahan. Ilmu dan pengalaman tidak hanya dalam sepetak ruang kelas, namun tersebar di belantara sana. Buka jendela mata dan hatimu, kepakkan sayapmu. Melangkah dan menembus dunia luar akan membuatmu lebih kuat dan tangguh!

Advertisements