Tags

, ,

Hai diks, sepertinya saya pernah bercerita sebelumnya, tentang “nangkep balang”

ya cerita kali ini juga begitulah….

#nyebakGoarGoar
Sebelumnya saya mohon maaf belum sempat bercerita tentang pernikahan angel Ely, belum sempat berbagai tentang cerita perjalanan ke buleleng untuk otonannya dananjaya, belum bercerita tentang kehebohan di malam puncak perayaan otonan yang membawa saya dalam perjalanan magis tak terbantahkan. Ya…belakangan hidup saya makin random. Kepala jadi sumuk, tangan dingin, kepala pening. Kondisi saat ini sungguh-sungguh dalam posisi tak mengasyikan. Memang semuanya menghadirkan tantangan baru, namun saya ingin relaksasi sedikit saja urat-urat di kepala ini. Kepala saya berat sebelah. Belum hilang rasanya guncangan skripsi dan kejadian magis malam itu. Saraf-saraf dalam kepala mulai berontak, agar tidak dipakai tegang lagi. Namun apa daya, ternyata pohon yang ditanam jauh hari sebelumnya berbuah berbarengan dan harus segera dipanen  agar tidak matang, atau dibiarkan saja agar masak, membusuk lalu terbuang. Ahh…tapi saya bukan tipe orang yang suka menyia-nyiakan kesempatan. Apapun itu… (makan tah doi, kapokin!)


Well, dari hasil pengumuman duta bahasa yang sudah diumumkan beberapa waktu lalu, akhirnya saya bisa melaju ke tahapan seleksi berikutnya. Perjalanan cukup panjang mulai dari pengumpulan persyaratan berupa kelengkapan administrasi, tulisan dan CV. Saya ingat menyetorkan seluruhnya pada tanggal 28 Mei beberapa hari setelah kepulangan saya dari ibu kota. Ternyata batas akhir pengumpulan diperpanjang hingga 1 Juni 2012, bagi saya tak masalah karena jika saya menunda mengumpulkan lagi saya takut malah ga jadi-jadi ngumpul, hehehe *nyengir*. Pada tanggal 15 Juni nama saya masuk dalam pengumuman Praseleksi dan berhak untuk mengikuti Tes Kompetensi Bahasa Indonesia (UKBI) pada 22 Juni 2012. #Jreeng! Tes UKBI ini bertepatan dengan pelaksanaan UAS. Namun semuanya masih bisa diatasi, harus pintar bagi waktu dan bagi pikiran, mempersiapkan diri untuk tes di dua tempat yang berbeda. Jujur ini kali pertama saya mengikuti tes UKBI, ternyata pelaksanaanya mirip dengan tes TOEFL, pengalaman yang menarik. Sebagai orang Indonesia saya kok malah lebih dulu tes TOEFL ketimbang UKBI? tapi dari ajang ini saya bisa ikutan Tes UKBI. apa diantara pengunjung rumah diksi ada yang sudah pernah mengikuti tes UKBI? gimana rasanya? 🙂

Setelah mengikuti tahapan kedua, ternyata saya lolos dan masuk ke penilaian tahap ketiga. Awalnya pembekalan finalis duta bahasa akan diselenggarakan pada tanggal  5 s.d 6 Juli 2012 namun karena ada perubahan jadwal, kegiatan pembekalan berlangsung pada tanggal 10-11 Juli 2012. Otak mulai kebut-kebut (T__T) karena ternyata berbarengan dengan kegiatan yang sebelumnya sudah saya ikuti yaitu pelatihan wirausaha muda mandiri yang diselenggarakan dari tanggal 9 Juli s.d 13 Juli 2012. #Jreeng! dua kegiatan bertabrakan lagi. Karena proses pembekalan merupakan salah satu syarat menuju tahap selanjutnya dan juga ada penilaian, akhirnya saya mengkomunikasikan hal ini dengan panitia pelatihan. Untungnya saya masih diijinkan untuk ijin dua hari dengan syarat harus mengerjakan tugas yang ada saat saya tidak masuk kelas. YUPH! sayapun menyanggupi dan menyiapkan diri mengikuti pembekalan duta bahasa.

Pembekalan dua hari cukup melelahkan bagi saya. Tamu bulanan yang datang lebih cepat memaksa saya untuk mengurangi gerak karena nyerinya yang berlebihan. uh! Mood tiba-tiba berantakan, tapi disinilah kita dituntut harus bisa memanajemen emosi. Mengendalikan nafsu dan tentu saja tetap menunjukkan yang terbaik. Dalam kompetisi tidak ada permakluman untuk menampilkan suatu hal yang tidak maksimal. Tapi ya mungkin pernah mengalami mules mahadasyat saat didatangi tamu bulanan lebih cepat bisa merasakan bagaimana kehebohan ulekan perut di dalam tubuh, hihihi…. *saya pun mendadak jadi kalem, eits… bukan kakah selem yes! :p* Saat-saat kayak gini baru deh nyadar kalau waktu istirahat itu sangat berharga. Dua hari ini saya berangkat dari hotel menuju tempat pembekalan, jaraknya cukup jauh namun bukan alasan untuk datang terlambat. Menyesal punya hobi insomnia, revisi artikel hingga pagi diselingi Microsoft Power Point yang error. *sigh* untungnya di hotel ada shower, jadi setelah stress bolehlah saya nyower hingga subuh :’)

Dengan perubahan yang ada tiap tahapan seleksi, saya masih percaya Dia akan memberikan kejutan dan pilihan lagi kepada saya. YUPH! Ujian untuk memilih dan mencari solusi.

#Jreeng! benar saja tahapan selanjutnya yaitu Grand final yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 13 Juli berubah menjadi 20 Juli. Awalnya saya dapat tersenyum lega karena Yudisium yang diselenggarakan pada 13 Juli berubah menjadi tanggal 16 Juli 2012. Tapi alur cerita tak semudah itu, karena ternyata perubahan itu juga terjadi lagi pada jadwal yudisium. Yuph! Karena kendala auditorium, akhirnya yudisium dipindah menjadi tanggal 20 Juli 2012 bertepatan dengan grand final duta bahasa 2012.

Ibaratnya saat ini saya sudah basah, bahkan sudah berenang menggelepar :’) sudah di titik akhir menuju garis finish. Setelah mengetahui perubahan jadwal tersebut saya memberitahu salah satu senior dan beliau mengatakan bahwa final biasanya dilaksanakan siang hari. Saya bisa menghela napas sedikit lega sambil menunggu hari pembekalan tiba dan dapat berdiskusi langsung dengan panitia.  Akhirnya di hari pertama pembekalan saya meminta saran dari salah satu panitia awalnya saya memilih untuk menulis surat pengunduran diri, namun atas saran beliau saya diberikan kesempatan untuk mengkomunikasikan terlebih dahulu dengan pihak kampus.

Ya, tentu saja saya tidak bisa egois untuk mengubah semua jadwal yang sudah ada. Sekarang tinggal berpikir bagaimana cara saya mengatur diri (ga mungkin jadi amoeba yah :p tapi masih bisa berdoa agar jadwal berubah lagi hihihi).

Tapi ya  intinya maju kenaa, mundur kena. Akhirnya saya memilih untuk memakai alat pengaman diri *tutupmatatutuptelinga* dan melaju terus. Trims buat teman-teman yang terus memberikan rasa aman itu, memberikan dukungan dan terus menyemangati saya. *pelukcium*

Di sisa waktu yang ada sebelum tanggal 20 Juli nanti, saya masih berusaha menyiapkan segala keperluan yudisium dan perlengkapan final. Sebenarnya ini sangat menyulitkan karena saya memaksa otak harus fokus pada 2 hal yang berbeda.Tapi bukankah ini juga dapat dijadikan moment untuk melatih ketahanan diri? manusia diciptakan untuk bisa mengerjakan beberapa hal secara bersamaan bukan? (menghibur diri nih, hihihi)

Info terakhir yang saya dengar lombanya akan mundur beberapa jam. Small miracles for me :’) Dia yang memberi rintangan dia yang akan menunjukkan jalan #PrayForDoi

 

Advertisements