TE UU…

Tak seperti biasanya.
Hari ini saya bisa tersenyum lega saat menerima Kartu Hasil Studi (KHS) di bagian TU Kampus.
Bagaimana tidak?
Biasanya saya pasti menerima banyak nasihat dan wejangan agar mengutamakan studi dibandingkan la…laa…laa..laa…. (ini banyak jenis pembandingnya. saya singkat jadi lalala saja :p )
Datangnya tak hanya dari dosen, Bagian pendidikan, Pacar, atau orang-orang di rumah. Sabar, saya menggangapnya sebagai motivasi untuk bisa membagi waktu dengan lebih baik. *nyengir*

Jadi ingat ketika semester 1, pernah punya target untuk dapat IP sempurna di bangku kuliahan. Tapi keinginan itu kandas gara-gara remidi mata kuliah ehem… *kenengisme* #eh Sempat BT dan (aduh jadi malu) nangis juga waktu itu. (Maklum yaa…labil, kan baru beranjak dewasa kala itu #eaa *ngeles)
Untungnya teman-teman yang senasib (ga jadi dpt IP sempurna) mengajak saya untuk tetap semangat! Kami pun menggila untuk melupakan kegagalan berujung kegalauan tersebut dengan lari kehutan lalu belok ke GWK ( @xtha_lita pasti ingat kenangan menembus belantara ini, hahaha)

Semakin melangkahkan kaki ke semester berikutnya. Saya tak memasang target tersebut lagi. Target saya kemudian berubah menjadi ‘kurangi remidi’. Memang semester awal sudah dibuka dengan remidi yang menyedihkan. Semester 2 masih aman. Dan semester 3 mulai goyah. IP saya ajojing gara-gara kecelakaan yang saya alami. Makin depresi tapi saya tetap tak mau defekasi (ehhh……*nyower*)

Ternyata di Semester 4 saya makin ngaco. Nilai UTS sangat memuaskan, namun bermasalah ketika UAS. Ga ikuat UAS beberapa matakuliah sayapun mesti remedi atau mengulang di semester berikutnya. #Pilu. Saya sudah mengubur dalam-dalam mimpi saya untuk pamer ke kakak saya tentang IP sempurna (Maklum, di jurusan keguruan sana ia sudah kenyang sama yang namanya IP sempurna, jadi wajar aja ketika nilainya turun 0,…. dia jadi kalang kabut , hahahaha *ngapain ketawa doi? #lengeh)

Semester 5 dan 6 saya masih menguatkan diri agar tak terjerumus ke dalam lembah remidi. Walaupun dengan berat hati saya remidi juga (huaaaaa….. saya sudah berusaha belajar sekuat tenaga tapi yang saya pelajari ga keluar di ujian…#alibiKacangan)

kamu tak sendirian *tepukpundak!“, kata teman seperjuangan saat mengantri daftar remidi.

Semakin dekat dengan semester akhir, semakin banyak wejangan yang saya terima.

Konsen dulu buat magang, dan skripsi. Kalau main-main terus kamu bisa ketinggalan. Masak mau kuliah terus? kapan move on nya?” #Njleb

Nasihat serupa tapi tak sama kalimatnya saya dapatkan bertubi-tubi *kemudian belok ke pantai*

saat pulamng kampung,

saat ketemu pacar,

saat ke kampus,

saat ke pasar,

saat tidur… (hadeeh mulai ngelantur)

saat ke pompa bensin *PLAK!!*cukup doi, #iniserius!

 

Mawar, maafkan Marwan yaa… *iklan!

Agak tidak menyangka juga, ketika saya sudah mengubur dalam-dalam mimpi untuk merasakan sensasi memilikinya, eeeh… si IP sempurna itu malah datang menghampiri sambil bawa mawar (ish! ga lucu!)

Semester 7 ditutup oleh IP yang sempurna! :’)

Penuh perjuangan jatuh bangun saat 3 bulan magang, Berminggu-minggu PP Tulikup-DPS untuk PKL peminatan promkes, keringatan dan hampir mual ngutak-atik data dan peta. Ahh…..betapa nikmatinya memandangi KHS ini *ciyumKertas*

SOMBONG QHEEEE….makan canang qeeee…..*gunting-guntingSinglet*

Ah, ini bukan tulisan buat nyombong yaa… *sungkem*

Tumbenan jadi terharu gitu deh…. lumayan ini buat berbagi kebahagiaan untuk anak ku kelak. Walaupun bundanya mahasiswi yg doyan beraktivitas *ait* tapi pernah juga sejajar dengan Genk The Profesor di Kampus yg punya IP Sempurna, hihihi… *usapIngus*

‘Serius’

Jangan mengubur mimpi yang pernah kita rancang sebelumnya . Karena sesungguhnya kita punya kesempatan untuk membuat mimpi itu jadi nyata. Kuncinya jangan terlalu terobsesi tapi tetaplah optimis.”

percayalah pada kekuatan mimpi…..

Ingat! ketika kuliah menjaga nilai agar IP tak letoy itu penting, tapi bukan yang terpenting πŸ™‚

jangan sampai kuliah mengganggu hobi *eh*

#dikeprukTelorAmoeba

Advertisements