Ada yang pernah ke pasar Badung? Apa yang kalian temukan ketika berada di pasar Badung?
Dagang, Pembeli, Motor, Mobil, Orang-orang dengan aktivitasnya masing-masing, Sungai Badung yang mengalir di bagian Baratnya, macet di jalan rayanya, dan lain-lain rupa ragamnya. (#eaa) Tapi pernahkah kalian menemukan kelas belajar di dalam pasar yang biasanya jadi tempat transaksi jual beli ini?
Jreenk™
Sanggar Belajar ini terbentuk sejak bulan Juli 2011 atas kerjasama antara Pemerintah Kota Denpasar, Lembaga Anak Bangsa, serta PD Pasar Kota Denpasar dan terletak di lantai 4 pasar Pasar Badung yang terletak di Jalan Gajah Mada, kira-kira 1 km ke arah Barat Patung Catur Muka, di pusat Kota Denpasar, Bali.
Di sanggar belajar ini terdapat anak-anak tukang suwun dan ada juga beberapa anak gepeng (gelandangan dan pengemis) yang
belajar baca, tulis, hitung, bahasa, menari, tamasya dan bergembira. Oiya, Tukang suwun adalah pekerja yang membantu para pembeli untuk membawa barang belanjaan mereka dengan cara meletakkan di keranjang kemudian ditaruh diatas kepala. Umumnya, mereka adalah anak-anak putus sekolah dari beberapa daerah di Provinsi Kami. Anak yang tercatat berjumlah sekitar 60 orang, tetapi yang biasa mengikuti pelajaran di sanggar belajar hanya sekitar 30 orang saja.
Pelajaran dimulai jam 11 siang dan berakhir jam 1 siang. Dalam kurun waktu 2 jam tersebut masing-masing anak akan memilih pelajaran yang sesuai dengan keinginan mereka hari itu.
Belajar membaca dan mengenal bentuk
Karena mereka berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda (ada yang putus sekolah dan ada juga yang tidak pernah sekolah) maka Kakak pengajar (volunteer) akan menemani mereka secara intensif. Kadang jika yang datang banyak, 1 orang kakak pengajar bisa mendapatkan 2 sampai 3 anak binaan, kadang hanya 1 orang saja, tergantung minat mereka dan keahlian pengajar dan jenis pelajaran juga. Sebenarnya mekanisme belajar ini cukup menyulitkan pengajar, apalagi jika jumlah pengajar yang datang sedikit.
Hayook….Jadi Kakak Guru yuk, temani mereka belajar
Pribadi dan sikap anak-anak disini tentu saja agak sedikit berbeda daripada anak yang mendapat pendidikan secara umum. Mereka masih ada yang pemalu, namun ada juga yang sedikit hiperaktif. Kehidupan yang keras di lingkungan tempat tinggal dan tempat kerja kadang berpengaruh juga membentuk mereka untuk mengekspresikan diri secara berlebihan (apalagi jika bertemu situasi baru). Maka dari itu, jika ingin menjadi kakak pengajar diharapkan membekali diri dulu dengan dasar-dasar berkomunikasi anak serta mempelajari cara-cara efektif mengendalikan anak. (ilmu ini akan berguna tak hanya saat mengajar, tapi juga akan berguna untuk kita jika hidup berumahtangga kelak)
PDKT Bisa di awali dari potong kuku
saya bukan pendiri atau pencetus sanggar belajar ini. Tapi saya salah satu kakak pengajar yang ingin mengajak teman-teman untuk berkenalan dengan mereka juga. Banyak sekali pengalaman menarik yang telah saya dapatkan dari mereka. tentu saja bukan berupa material atau finansial, tapi cerita tentang kehidupan mereka. Mereka adalah sosok tangguh yang dari pagi hingga malam bergelut mencari nafkah dan menjalani kerasnya hidup ini di usia yang belia.
  
Sharing Kesehatan Dasar 
Mau tahu uniknya mereka? hayuuk jadi kakak pengajar, datang saja ke lantai 4 Pasar Badung setiap Hari Jumat dan Sabtu. Mari berbagi dan bersinergi.
Salam,
Advertisements