Mungkin hujan pagi ini sudah yang keseratus kalinya jatuh membasahi dataran dihadapanku. Tapi sayang, Aku sangat bersyukur pagi ini ada hujan, karena ia membasahi mataku yang sesekali meneteskan air juga. Aku akan menghapusnya seakan tak ada di pipiku, agar kamu tak tahu itu.

Sayang, angin nakal juga mencoba masuk menyisir kulitku melalui jaket usang pemberianmu ini, sepertinya angin pagi ini tak mengenalku. iya! belakangan aku mulai jarang menyapanya, pantas ia dingin kepadaku. Tapi Ah, kalau tidak untuk kamu, aku tidak akan memilih untuk berjumpa dengan angin dingin ini. Sejuk memang, tapi benar-benar membuatku mengantuk lagi, tertidur dan memimpikan kita lagi….

 

Sayang, Denpasar pagi ini menawan, ada rerintik air hujan, pagi yang ramah tapi tetap tak juga kepadaku. 😦

Dalam dingin berkendara motor pinjaman, aku menyusuri gang dan celah sempit, berharap ada dokter yang akan membantu menyembuhkan genit. Ahh….si genit itu memang manja. Sepertinya dia tak sekuat aku untuk berpisah (sementara) denganmu, sayang. πŸ™‚

Jam tanganku seakan berputar lebih cepat. Tak ada yang dapat membantuku untuk memulihkan genit. Dingin sudah membuat beku tubuhku, belum lagi ketakutanku mengingat kehangatan kita siang itu. andai saja itu pagi ini.

Matahari sudah mulai muncul, lalu aku harus bagaimana?

Diujung sana, ada yang sedang menanti kehadiranku. Tapi sesungguhnya aku yang tak ingin beranjak darimu. Apa aku boleh diam disudut ini, menatapmu beranjak dan kemudian menghampiri mereka?

 

senyumku muncul seiring meningginya matahari. Dalam keputusasaan akhirnya datang juga malaikatku. Pak tua dengan pakaian adat berwarna putih mempersilakan aku membawa masuk si genit dalam rumah sederhananya. Ia membantuku membuat genit kembali berlenggok, tapi aku membuat istrinya menunggu. Sepertinya mereka akan pergi, tapi ditunda sejenak demi aku.

aah, andai saja semua bisa sesuai rencana mungkin aku tak perlu membuat semua orang menunggu.

Tapi sayang, aku selalu menunggumu disini. Aku yakin itu. Seperti si pak tua yang membantuku, dan si istrinya yang lugu setia menunggu……….

dalam setiap cerita, terselip kata rindu…

Advertisements