Huwaaaaa 2 hari ini berasa lemeeees ga keruan.
Bolak balik Sanglah dalam keadaan super galaw!
Bagian Diklit sudah beres, mulai gelisah saat masuk ke bagian rekam medis. Doeeenk doeenk…apa pula datanya bikin saya #NyebakGoarGoar

BINUN!!

*suasana dalam ruangan, bagian rekam medis*
Jalan sempit, lemari besar, dokumen berjejer, orang duduk dengan muka menekuk sibuk.
Bagian tersulit adalah, berbicara sama orang yang lagi sibuk. Serba salah jadinya. Takut ganggu dan takut kalo dimarah. #jreenk…
Akhirnya memberanikan diri, “pak saya ridoi mahasiswi ikm NIM 08200250xx (emang penting ya?) mau mencari data tentang BBLR *menyerahkan surat ijin* (smile)*

Bapak itu, menoleh sedikit lalu kembali membuka tumpukan dokumennya sambil berbicara dengan suara yang *ZZZZZZZZ* intinya adalah saya disuruh menghadap ibu jero (yasalam, ada berapa biji orang yg namanya bu jero di Bali??*pingsan)
Tapi saya diselamatkan oleh, ibu dokter…eemm,,(lupa namanya) dan menunjukan lokasi ibu jero berada.

Singkat cerita, bu jero membawakan saya dokumen tebal. Saya disuruh membaca kode dan itulah data yang saya butuhkan. Alamaaak..seriuus, ngerasa tiba2 jadi dodol. Ga ngarti data apa ini yang saya catat. *pusiink*
Sayapun konsultasi ke pembimbing dan dosen gizi.
Disarankan saya cari data lagi langsung ke ruang cempaka.
Saya pasrah, tidur sambil nonton film India *nahloo apa hubungannya?*

Ayaang ayangkuu..aaa…ayang ayangkuu *nyanyi*

Tadi pagi dengan semangat 45, saya mejeng di Sanglah lagi. (thanks to kak sukma yang udah kasi denah biar saya ga tersesat *salaman*)

Saya menunggu di ruangan beliau bersama beberapa mahasiswa keperawatan dari luar Bali. Menunggu sekitar 2 jam, akhirnya kepala bagian ruang cempaka datang. Saya diarahkan pada data yang saya perlukan. Nah, ini dia. Eurekaaa!! Mata saya lebih bersahabat dengan data yang inian.hahahaha *ketawa lebar* #nyatet

Sejauh ini, pengalaman saya mencari data di RS Sanglah ternyata masih baik-baik saja. Ketakutan yang dulu ada dalam benak, perlahan mulai menghilang dalam kesibukan (sok sibuk cank!)
Baiklah, peristiwa menyebalkan tentang parikir, tersesat, dan dijutekin memang ada. Tapi yaaa disesuaikan juga dengan diri kita. Pintar-pintar cari kesempatan dan berperilaku.

Jangan megel-megel (norak/berlebihan) saat berhadapan dengan petugas di sana. Misal : jangan suka BBMan saat diskusi (ini berdasarkan omelan yg saya dengar kepada mahasiswa di TKP) atau jangan suka berlebihan dalam ketawa apalagi di ruang perawatan, menganggu!. Jika ada pertanyaan bertanya dengan sopan dan lihatlah situasi.

Jika mereka terlihat sibuk sebaiknya jangan diganggu dulu. Ingat mereka juga punya tanggung jawab terhadap kesehatan orang lain. 🙂

Thanks semua orang yang telah memberikan saya semangat. Enyak babe encang encing #eh kok berasa si Doel? #jreenk
Semoga semangat ini tetap terjaga hingga akhir nanti, dan keberuntungan selalu membayangi setiap langkah. *berenang di kubangan jalan*

“terkadang rasa takutmu lebih menyeramkan daripada hal yang kau takuti, hadapilah!!”

Advertisements