*galau tak mengenal waktu, pagi-pagi udah galau*

Well, hari ini setelah menempuh hujan buatan (wreer, dibuat sengaja oleh pencipta untuk menambah efek drama dalam perjalanan saya kali ini) akhirnya saya menapak kan kaki di rumah sakit lagi. Tak tanggung-tangung, langsung ke rumah sakit umum pusat Sanglah. Jreeenk…ada apakah gerangan?

Manis Muncul Setelah Merasakan Pahit

Jadi, setelah sekian tahun lamanya menjadi mahasiswa di bidang kesehatan, baru kali inilah saya ‘memberanikan’ diri untuk berurusan dengan yang namanya bagian administrasi RS. *backsound kleep jder*

“Riweh, ribet, rempong, blibet!!”

Komentar yang saya dengar dari mereka yang pernah berurusan dengan yang satu ini. Tentu saja sebagai gadis menawan nan eksotis, Saya lebih menikmati untuk bekerja happy tanpa urusan birokrasi yang *ehem*menguji kesabaran*

Perkuliahan saya, memang berbau kesehatan, Kesehatan masyarakat tentunya. Yang tak hanya berurusan dengan penyakit atau institusi kesehatan, tapi lebih banyak menuju ke peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatannya.

Saat membuat program pelatihan, saya lebih tertarik berurusan dengan krama banjar. Alasannya, lebih to the point dan langsung ke sasaran.

Saat Magangpun saya lebih memilih untuk magang di lembaga non pemerintahan. Mencari pengalaman agar jadi lebih kreatif dan tak neko-neko. Itu alasan saya (dulu).

Kalaupun ada beberapa mata kuliah yang mengharuskan saya untuk mencari data ke puskesmas, saya tetap jalani. Ya, tentunya dengan persiapan lahir batin yang memadai. *nyengir*

Kalau bisa, saya memang ‘meminimalisir’ berurusan dengan hal-hal ruibet seputaran menunggu dan dilempar sana lempar sini *eceile* bahasaku nukz.

 

Tapi entahlah disemester akhir ini, saat saya mulai menyadari akan menanggalkan status ‘mahasiswa’ sebentar lagi (amin), Saya ingin mengalahkan rasa malas dan ketakutan itu.

Ahh, kurang lengkap rasanya jika saya bermain aman terus. Tantangan tak terasa lagi, dan kehidupan lurus tak terbagi. Jadilah saya ambil topik skripsi yang berbau penelitian di RS *jreeeenk* #pingsan

 

Hari ini sambil tersesat menuju ruang diklit di gedung IBS saya menggerutu lagi.

“ahh susah sekali parkir disini, 😦 bayar tapi mesti rempong pas mau masuk atau ngeluarin motor. lewat di trotar wreer….ada kotoran nempel dikepala dan tangan, warnanya putih pula :(”

Ahh…baru mulai sudah ngeluh 😦

Surat pencarian data sudah saya kirim seminggu lalu. Jumat lalu disuruh ngecek, tapi ahh.. Pasti belum kelar (pikir saya) selain saya juga mesti bimbingan dengan dosen di kampus pada hari senin.

Masuk ruang tata usaha dengan keadaan basah kuyup (efek kehujanan tiba-tiba) saya mengetuk pintu. Disarankan ke bagian Diklit saya pun pindah gedung. Jreeenk…saya tersesat.

Konyol memang!

Tapi dengan efek trauma dengan RS (pasca kecelakaan dulu) saya kerap pusing jika masuk ke tempat ini.

Nanya dengan salah seorang petugas (entahlah bagian apa) ehh..dia ngasi tahunya malah tempat yang lama.

Baiklah, mondar-mandir ga jelas dengan pakaian basah dan perut keroncongan. Saya harus bertahan! *jaga emosi*

Sepanjang lorong, saya merasa sangat jengkel. Banyak orang lalu lalang sambil mengepulkan asap rokoknya. Yasalam, ini di rumah sakit tolong jangan ditiru ya pembaca 😦

Mana IBS???, saya mulai kesal dengan orang yang saya tanya. Bak setrikaan saya jalan maju mundur terus nabrak koas terus kenalan (eeeh…salah naskah heehehe)

akhirnya, saya temukan juga. IBS dengan banyak raut muka cemas disana. Issh… Merinding lagi. Jadi inget saat operasi dulu 😦

Naik ke lantai 2 aah…senangnya bukan kepalang. nemuu jugaaa ruang diklit (cium lantai)

TAPI JANGAN SENANG DULU DOI (SMILE)

*jreeeeenk*

daaaaan ternyata….

Suratnya belom di teken!!

Alamak, :(((

Sudah seminggu loo, hiks saya disuru datang besok ATAU 2 hari lagi.

dan Kecewa lagi,

 

Hopeless

Pengen ganti topik

Tinggal tepak kulkul banjar, FGD, dan beres 😦

 

Tapi, ahh…masa saya nyerah.

Bukankah saya ingin melengkapi pengalaman saya agar komplit. Ya walaupun masih banyak yang harus saya jalani, tapi saya ingin menaklukan yang satu ini. ‘cari data di RS’. Jika berhasil, saya tak hanya merampungkan skripsi saya. Tapi juga mengobati trauma saya dengan Rumah sakit.

“Bukankah seseorang akan menjadi kuat setelah menghadapi tantangan dan hal yang menakutkan… Bukan dengan menghindar atau berpura-pura tak peduli……..”

 

Ahh, betapa nikmatnya jika saya berhasil melampaui ini.

Doakan saya ya, transfer energi positif kalian. Agar saya sabar. selalu…

*elus-elus jidat*

“perjuangan baru saja di mulai, satu kaki sudah menginjak medan laga. Terus maju, atau mati. Mundur hanya ada dalam kalimat para pembunuh mimpi”

CEMUNGUUDH KAKA!!

 

*kok jadi drama gini yaaa….weeee #plak!*

Advertisements