Tags

, ,

Hari ini mendadak jadi mellow, Pekerjaan menumpuk, kewajiban membentang.. sepertinya otak sudah mulai tak bersahabat. Coba saya tuliskan satu persatu pekerjaan yang harus dikerjakan hari ini. Dan sampailah pada sesi pindah-pindah. Semua sudah siap, tinggal angkut Pick up. dan Ola..laaa si sopir malah bialng ga bisa datang karena hujan. Jadilah saya bengong diantara tumpukan barang-barang yang sudah terbungkus rapi. Sudut mata memandang sekeping DVD. Ah..saya baru ingat ini film yang sudah saya pinjam pada teman hampir setahun dan belum sempat tertonton juga. Laptop terambil, sayapun duduk dengan manis, awalnya sambil twitteran. Tapi koneksi mengisyaratkan saya untuk konsentrasi menonton saja. A Walk to Remember. Mengiringi rerintik hujan dan buliran air mata sore ini.

A Walk To Remember movie is really something to remember

Ahh…… masalah benci jadi cinta, sudah biasa saya tonton di film-film lainnya. Apalagi cinta yang akhirnya kandas oleh penyakit yang bernama Leukimia. Di Sinetron Indonesia, Leukimia kerap menjadi akhir sebuah kisah cinta. Si perempuan mati, dan tamatlah sudah. A Walk To Remember memberikan cerita serupa namun dengan sensasi yang berbeda. Tak hanya cinta antara aku dan kamu, tetapi cerita tentang persahabatan dan keluarga.

Seorang gadis bernama Jamie Sullivan diperankan oleh Mandy Moore adalah siswa pintar dan berbakat dalam Seni peran dan Tarik suara. Ia terlibat satu adegan dalam opera disekolahnya bersama Landon (Shane West) pemuda urakan, badung akan tetapi terkenal sebagai salah satu cowok keren disekolahnya. Akibat terkena sebuah kasus yang hampir mencelakakan dirinya dan salah seorang temannya Landon harus mengikuti hukuman yaitu menjadi guru pengajar setiap akhir pekan dan mengikuti kelas drama di sekolahnya. Namun kesempatan inilah yang membuatnya lebih dekat lagi dengan Jamie.

Sebagai seorang putri dari Bapa Baptis, Jamie selalu diingatkan untuk menjaga jarak terhadap lelaki. Dan ketika Landon ingin meminta bantuannya untuk berlatih drama, Jamie memberikan satu syarat, “Jangan Sampai jatuh Cinta Padaku!” katanya pada Landon.

Awalnya Landon menerima dengan nyirnyir tawaran itu, ahh….idak mungkin seorang dirinya yang modis akan jatuh cinta pada perempuan kuno. Demikian pula saat disekolah, Landon berpesan agar Jamie tak menghampirinya dan Mereka harus menjaga jarak. Ia tak mau ini diketahui teman-temannya dan menjadi olok-olok satu sekolahan. Sampai pada akhirnya Landon tahu bahwa ia mulai menaruh perhatian pada sosok Jamie yang penuh dengan kejutan dan misteri.

Hubungan Landon dan temannya mulai retak ketika ia membela Jamie atas perbuatan usil mantan pacarnya. Ia mulai menunjukan rasa suka itu dengan meminta ijin pada ayah Jamie agar bisa diijinkan pergi sabtu malam bersama Jamie. Ah…. so sweet sekali saat mereka pergi makan malam bersama dan dansa walaupun sering saling menginjak kaki.

Akhirnya Jamie luluh juga saat Landon menemaninya melakukan hal yang paling dia suka “mengamati bintang di kuburan!”. Tak disangka pula Landon memberikan kejutan untuknya dengan mendaftarkan sebuah bintang menjadi namanya, (oohh…dear…betapa so sweet nya lelaki gantangs ini, akuh juga mauu O_O).

Air mata mulai banjir saat Jamie mengatakan bahwa ia terkena Leukimia, (ingus juga ikutan mengalir, ASIN!). Mereka jarang bertemu, Landon mulai kalut. Tampaknya pemuda ini benar-benar telah jatuh cinta pada Jamie. Ia mulai merancang Teleskop raksasa, dan berlatih berdansa. Oh my oh, buktikan saja sendiri, bagaimana romantisnya berdansa di balkon rumah sembari mengamati bintang.

will you marry me?

Film ini tak menggambarkan rasa sakit yang membuat nyeri pengin mati.  Rasa sakit yang ada malah memakasa kita untuk bisa saling menguatkan satu sama lain. Selain itu kita diajarkan untuk lebih menghargai hidup dengan menyayangi orang-orang yang kita cintai. Landon yang sebelumnya tak memiliki hubungan baik dengan ayah dan ibunya akhirnya dapat berbaikan. Demikian pula hubungannya dengan mantan pacar dan teman-temannya kembali akur seperti sediakala namun dengan pribadi Landon yang telah berubah menjadi lebih baik lagi. Tentang ayah Jamie yang Keras Kepala, akhirnya luluh juga hingga mengantarkan puterinya untuk menikah dengan kekasih pujaan hatinya. A Walk To remember, the power of love and faith to transform a life into something worth living.

Our love is like the wind…I can’t see it, but I sure can feel it.

Film ini merupakan adaptasi dari sebuah novel tahun 1998 karya Nicholas Spark. Jika ingin tahu lebih lanjut tentang film ini silakan baca di beberapa sumber berikut ini :

~ A Walk To Remember Warner Bros 

A Walk to Remember Trailer

~ More About A Walk To Remember

Yang saya sukai dari film ini, adalah bagaimana tentang sebuah kesederhanaan mampu memberikan banyak sekali kejutan dalam kehidupan. Demikian pula tentang cinta yang sederhana, akan kaya dengan kasih sayang setelah kita tulus untuk mencintai seseorang. Tentang kata-kata dalam buku catatan ibu Jamie…..

“ Love is always patient and kind. it is never jealous. Love is never boastful or conceited. It is never rude or selfish. It does not take offense and is not resentful”

dan…………………..saya pengen banget nyobain rasanya pacaran dikuburan, apakah sensasinya sama kayak pas nonton mereka dengan adegan serupa… *kemudian Hening #ditangkepPecalang

Advertisements