Tags

Baiklah, tulisan galaw ini bukan karena pesawat yang berdelay ria…ataupun harga tiket yang tiba-tiba melambung mengembung ketika akhir tahun tiba…tapi ini masalah rasa. sebuah perasaan yang mendalam antara saya dan pesawat….

Saya dan Pesawat

saya, salah seorang pesawaters (maksudnya penyuka pesawat) yang termasuk gawat. Gawat dalam artian, saya sering melakukan hal-hal bodoh terkait dengan kegemaran yang satu ini. Ketika kecil dulu, kakek ku pernah bercerita bahwa yang melintas di atas kepala dan berada dalam pesawat adalah pak presiden (kala itu pak harto). Beliau bilang, jika kita meminta pada pak presiden apapun akan diberi. Benar saja menurutku, karena tak hanya kakek yang berkata demikian, banyak orang juga yang pernah bercerita tentang uang yang dijatuhkan dari dalam pesawat dan kemudian beterbangan di langit. Awalnya saya hanya mengikuti gaya teman sepermainan, yang ketika ada pesawat atau helikopter lewat maka akan berteriak ” Kapaaaall idih piseeeeee” *sambil menengadahkan tangan ke angkasa berharap uang-uang akan terbang mendekatiku. Hal ini saya lakukan berulang kali dan ternyata belum pernah berhasil sampai sekarang. (–__–) mungkin stock uangnya udah habis dikorupsi kali ya, atau memang ga pernah ada cerita serupa.

wreerr…..tapi saya tetap percaya bahwa suatu ketika nanti ‘gerombolan siberat’ [dalam komik gober bebek] akan menurunkan pundi-pundi keping uang logam yang ia curi dari gudang uang paman gober HAHAHAHA.. *plak! cukup doi.!!

cerita lainnya adalah ketika saya bertamasya saat SD. ibu guru berkata ” anak-anak untuk tamasya kenaikan kelas tahun ini kita akan jalan-jalan ke Tiara Dewata, PKB, Puputan renon dan Bandara Ngurah Rai”. yasalam senangnya bukan kepalang. Asiknya beli jagung goreng (ternyata namanya pop corn) di tiara, kemudian fotoan bersama gajah maskotnya (–__–) *katrok kali cang nok #malu.

Ke PKB beli kaos kaki 3 pasang Rp 10.000,00…jalan-jalan di padang rumput renon dan tentu saja ke Bandara Ngurah Rai, ada kapal terbang COYYYY…. IYAA.. P.E.S.A.W.A.T!!!….O_O *mulaiBerbinar.

kata tanteku dulu, siapapun yang ke bandara harus ikut terbang. Oleh karena itu, waktu dia berangkat ke jakarta saya ga boleh ikutan karena ga ikutan terbang. haduh, sedih rasanya. padahal pengen banget bisa fotoan di dekat pesawat yang gagah perkasa itu. (sakit hati juga setelah tahu alasan sebenarnya karena mobil pengangkut yang ga cukup) *nangisDipojokan

nah, tamasya pas SD inilah yang bikin saya ga bisa tidur semalaman. Gimana seandainya ketika saya masuk ke badan pesawat dan pesawat pun berangkat. apakah saya akan diajak mengemudikan pesawat bersama pak pilot yang ganteng atau akan diajak bermain oleh kakak pramugari yang cantik dan ramah-ramah. apa yang harus saya lakukan? GALAW!! pikiran kalut bercampur bahagia dan berdebar. hingga saat yang dinantipun tiba… tamasya kala SD…

Saya masih ingat saat itu saya mengenakan baju bandhot warna hitam dengan noda bekas [maaf] muntahan akibat ga kuat naik bus terlalu lama *ndeso Kumat

tapi saya ga peduli dengan tatapan jijik orang-orang, huh yang penting bisa menyentuh pesawat dan bercerita pada orang-orang rumah. Aku dan Pesawat !! cihuuy xD

Tapi kenyataan tak seindah apa yang diharapkan. Memang benar kami tamasya ke Bandara, akan tetapi hanya sebatas melongok’kan kepala di kawat berduri melihat pesawat dari kejauhan. ya…dan hanya itu….sakit memang rasanya….

tapi saya tetap menyukai pesawat dengan kedua sayapnya yang gagah…. yang katanya bisa membuat hujan uang, ahhh andai saja hal itu benar…

Singkat cerita dan yang istimewa,

ini bukan kisah tentang bagaimana sensasi yang saya rasakan saat naik pesawat untuk pertama kalinya. Bukan pula cerita konyol saat saya datang lebih awal bahkan sangat awal karena tak sabar masuk pesawat atau tentang rasa ketakutan yang sangat apabila salah masuk gate, ini tidak juga tentang saya yang tak beranjak ke toilet saat sedang terbang di udara. Tapi ini cerita tentang sebuah kelalaian karena keakraban saya dengan  pesawat dan menghilangkan sensasi kenikmatan luar biasa ketika terbang bersamanya.

Dan pada suatu Keberangkatan…

Baiklah tanggal 30 Desember ini saya sudah mempersiapkan tiket yang sudah saya pesan jauh-jauh hari untuk berangkat ke ibu kota. ada banyak misi yang harus saya jalankan. bertemu pacar dan bertemu musisi idola. Hal inilah yang membuat saya semangat dalam menjalani hari-hari kerja dan kepenatan kota Denpasar.

Ga bisa tidur sampe jam 7 pagi, karena kegirangan bikin saya error keesokan harinya. serba lemot dan serba mabok dah jadinya. Masih bisa ngajar dulu di pasar badung, ngegalow bareng @nirmala_asriani beli baju tahun baruan, butik demi butik, hingga masuk swalayan buat nyari ransel buat berangkat (issh kebiasaan buruk, packing saat hari H) *_*

Sorenya tersesat dengan sangat tidak imuth di seputaran sudirman, dan langsung tancaph gas sampe Gianyar. [ada adegan ke salon juga nie,,, tapi off the record aja dah xD]

Back to denpasar, dianter sama scary dad, malang sungguh renon macetnya minta dinikahin deeh….dagdigdug….takut telat >_<

20 menit waturenggong nembus Airport dan….pas nyampenya jam 8.15..issh 15 menit lagi.. penerbangan jam setengah 9. plisss delay,,,delay,,,mulai galaw

ya dan ini bukan salah si pesawat, saya lah yang kurang tepat mengalokasikan waktu (ga mau bilang diri salah :p) ternyata si raja delay hari ini SOK ontime…

dan sayapun ketinggalan pesawat…. KETINGGALAN *pryaaank… #backsoundPiringPecah

*nangisDiPojokan

Singkat cerita dan yang istimewa….

Jadi mau tak mau saya harus memilih apakah akan terus menunggu dan menggerutu? atau membeli tiket yang baru? dan saya lebih memilih pilihan kedua….demi apa yang sudah saya rencanakan sejak jauh-jauh hari untuk bersamanya….

ya, lagian kalo dipikir-pikir ini karena keteledoran saya juga sih, Bali mah doyan macet. jalanan udah ga bersahabat lagi buat orang yang suka hidup dibawah semangat deadline (TT__TT) *tunjukDiri

Dan Kepulangan ini…..

Agar tak berulang lagi kisah konyol yang lalu, saya stand by sudah di bandara 3 jam sebelum mengudara..

pulang naik pesawat yang lumayan berkelas (kualitas dan harganya). Agak aneh juga, berjam-jam menunggu tidak ada perubahan jumlah orang di ruang tunggu. Dan sampai pada akhirnya pesawat berangcuuut jugaaa 😀

wah nyamanyanya sekelas airbus cuma isinya 28 orang aja, berasa pesawat pribadi deh,hihihi….

kursi empuk, makanan yang enak. toilet yang bersih, dan pelayanan yang ramah. tapi entah mengapa ketika arahan keselamatan penerbangan ditayangkan lewat monitor ada bagian sensasi yang hilang. (T_T).

waktu saya habiskan dengan mendengarkan Musik asiik ada @endahnrhesa & glenn fredly ‘let’s say love’ dan tentunya dapat nonton fim india. huwaaah asiik dah…. 1:20 tidak terasa melelahkan, ataupun menyedihkan.. (padahal galaw, dipesawat bakal nyebak goar-goar gara-gara perpisahan dengan si ganteng).

penerbangan yang menyenangkan…

dan saya tidak akan membenci pesawat, karena ia yang mempertemukan saya dengan orang-orang tersayang…..

terpujilah engkau wahai  Wright Bersaudara (Orville Wright dan Wilbur Wright) mantaphlah kalian xD *nyerahinAward

ini bisa dibaca jugaaa :

*bagi yang pengen bangga dengan bapak pesawat indonesia –> B.J Habibie

*bagi yang pengen tahu lebih lengkap tentang pesawat 😀 –> kapal terbang

*bagi yang pengen menikmati mengudara bersama burung besi –> inflight passenger announcement 

*bagi yang pengen sama-sama belajar kesehatan penerbangan silakan  kunjungi 🙂 –> http://www.adywirawan.com

semoga dah punya pesawat sendiri,,amiiin….pesawat mainan aja dah ,hwalahh… xD

Advertisements