Lewat jejaring sosial, salah satu teman saya memberikan informasi bahwa Minggu, 16 oktober 2011 akan ada acara musik yang diselenggarakan oleh senat kampusnya. Melihat list band pengisi acara, saya girang bukan kepalang setelah tahu salah satunya ada Efek Rumah Kaca (ERK). Band ini pertama dikenalkan oleh Agus Lenyot kurang lebih 2 tahun yang lalu. Awalnya mendengar sempat pusing juga, ‘liriknya terlalu berat‘ alasan saya waktu itu. Tapi lama kelamaan jadi suka juga, mulai dari Balerina, Hujan Jangan Marah, Desember, Di Udara, Insomnia, Cinta Melulu dan beberapa lagu lainnya kini menjadi teman saya menghabiskan waktu luang. Belajar untuk memahami kata di setiap liriknya memberikan nuansa tersendiri bagi saya untuk mendalami musik yang mereka bawakan.

Habis terkuras
Kelenjar air mata
Ku tetap terjaga
Aku tetap terjaga

Insomnia…
Insomnia…

Sepenggal lirik di atas diambil dari lagu Insomnia. atau Lagu yang asik penuh kritik untuk musik masa kini…cinta melulu

Nada-nada yang minor
Lagu perselingkuhan
Atas nama pasar semuanya begitu klise

Elegi patah hati
Ode pengusir rindu
Atas nama pasar semuanya begitu banal….

ahh..sudah ga sabar lagi nie minggu besok nyanyi bareng mereka, 🙂

Ditanya mengenai ketertarikan mereka untuk membuat lirik cinta dikemudian hari, saat Meet and Greet di Aula Stikom Bali (15/10/2011) Cholil sang vokalis tak menampik akan hal itu. “Mungkin era dulu, saat masalah politik lagi ramai, ya banyak yang menulis lirik sedemikian rupa, ya kalau untuk trend saat ini ya kita lihat lah kedepannya nanti. “imbuhnya sambil tersenyum.

Tergelitik dengan salah satu lagu mereka, Di Udara yang rutin saya dengar saat ada peringatan ‘Mengenang Munir’ di Bulan September. Ingin juga menanyakan gimana respon pemerintah mengenai lagu-lagu mereka yang kebanyak tentang kritik sosial, masalah lingkungan dan lain sebagainya. Kembali sang vokalis menjawab sembari tertawa ringan ” hahaha..pemerintah ga tahu kami, ga tahu lagu kami. Mungkin kalau mereka tahu kami lain lagi ceritanya. Lagian sekarang uda ga kayak jaman dulu, kebanyakan pemerintah pada bebal kali ya, dikasi lirik setajam apapun pura-pura ga dengar”.

Ya walaupun Efek rumah Kaca terus berusaha menggedor pemerintah untuk selalu memberikan keadilan, tapi mungkin efeknya tak sama ketika Pemerintah ngebahas Pemanasan Global, atau ngebahas Efek rumah kaca yang disebabkan karena naiknya konsentrasi gas CO2 dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kalah strategis kali ya,…

ya tapi mudah-mudahan band ini bisa tenar setenar Efek Rumah Kaca yang sebenarnya…. *canda presenter kocak di acara M&G tersebut.

Sesi Foto bareng setelah tanya jawab M&G @Stikom Bali

Ayoook…siapa yang besok mau nyanyi bareng di Gigs mereka? *yoook rame-rame ber’melankolia’ yang lagi ‘insomnia’ disarankan juga buat ikutan jangan lupa ya pake baju balet biar ber ‘balerina’ semuanya,,hadeeeh kok saya makin kacau,,hahahaha.. ^^b

Advertisements