Pagi ini kami terbangun dalam keadaan yang luar biasa menyenangkan walaupun setengah mengantuk (efek pesta kejutan tengah malam, hahahaha). Rasa kantuk perlahan mulai menghilang ketika Dane Waters (fasilitator BWP) mulai mengajak kami untuk mengecek kembali persiapan kegiatan nanti sore. Yuph, kegiatan sharing, diskusi, dan sosialiasi kami tentang Pencegahan HIV & AIDS . Kegiatan ini kami namakan Youth Movement. Suatu gerakan untuk mengajak generasi muda selalu optimis menjaga kesehatan masyarakat “Yes we can, Stop Discrimination for ODHA, do preventive care! ”. Kegiatan yang dikemas secara unik, apik, dan menarik. Setiap detail dipersiapkan secara teliti oleh masing-masing penanggungjawab sesi. Suatu kombinasi yang menarik, kedisiplinan mahasiswa Australia di padukan dengan kreatifitas mahasiswa Indonesia (hehehe). Walaupun sempat ada diskusi panjang, tapi akhirnya semua persiapan bisa selesai sesuai dengan rencana .
Tepat jam 3.15 kami sudah berangkat menuju kantor perbekel desa Tulikup. Kami memberikan waktu jeda untuk prepare tempat dan peralatan sebelum akhirnya mulai sesuai undangan yaitu jam 4 sore (yang bakal diprediksi ngaret hingga jam 5, tapi kami tetap prepare lebih awal). Menempuh perjalanan selama 10 menit sampailah kami di kantor perbekel. Sayangnya sampai di disana pintu masih tertutup rapat, eh ternyata yang bawa kunci masih di rumahnya. Malu juga sama teman-teman, tahunya jam disini ngaret semua -___-‘’
Kami menunggu dari jam 4 sampai jam 5 tepat, undangan dari Denpasar malah lebih dulu sampai di tempat acara daripada lokal ( Special thanks to LPM Pcyco dan Fadbali yang sudah datang dan menunggu dengan sabar). Dan akhirnya jam 5.10 acara dimulai dengan peserta yang mulai berdatangan satu persatu. Celeste, Sarah, dan Laura tampak sangat antusias melakukan tugas masing-masing. Mulai dari mengatur registrasi, memberikan sambutan, serta menjadi MC berbahasa Indonesia (Great Job guys! ) Demikian Pula Esta dan dodok, wuih…keren dah kerjasamanya hari ini. (thanks to Dane, Jill, and all of Heartline FM Crew).
Acara dibuka oleh Bapak Sekdes, setelah sebelumnya Celeste Larkins menyampaikan sambutan singkatnya, memaparkan kegiatan kami selama di BWP serta tujuan pelaksanaan kegiatan Youth movement ini. Dilanjutkan dengan Sharing dan penyampaian informasi mengenai HIV & AIDS. Saya selaku pemateri dan dodok sebagai praktisinya (aiih, jeg gaswat bahasane :p). Setelah membawakan materi yang cukup membuat peserta menjadi antusias, dodok lalu mempraktikan cara menggunakan dan melepaskan kondom secara benar. WAOO….semua peserta remaja yang hadir bergidik ngerii,,, “iich,,,jijik…” ungkap salah seorang remaja putri. Memang suasana berubah menjadi riuh dengan teriakan remaja putra yang mengejek temannya yang sedang mempraktikan hal tersebut dengan tiruan penis yang dibawa dodok. Sepertinya kondom merupakan barang yang sangat menjijikan di mata mereka. “ ya..kamu pintar masang kondom, pasti sering ngeseks yaa…HAHAHAHA..” ungkap salah satu remaja putra pada kawannya yang mendapat hadiah radio portable karena telah memberikan contoh pemasangan kondom tersebut dengan baik dan benar. Tampaknya Dodok berhasil memberikan pengertian mengenai pentingnya kondom bagi yang sudah aktif melakukan hubungan seksual, mereka terlihat sungguh-sungguh memperhatikannya.
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) dengan membagi peserta menjadi 3 kelompok. Kelompok remaja putra dan putri kami pisahkan untuk mempermudah penggalian partisipasi. Dalam FGD ini mereka mulai mandiri dengan menggali permasalahan kesehatan reproduksi dan HIV & AIDS yang ada di lingkungannya. Ternyata masalah yang dikemukakan tiap kelompok hampir sama, yaitu masih adanya kesulitan akses dan kesadaran untuk menerima informasi karena masih adanya pemikiran yang tabu ketika harus membahas tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi, selain itu masalah yang dihadapi adalah masih adanya diskriminasi terhadap ODHA. Selain belajar untuk mengenali problem yang ada dilingkungannya, mereka juga memberikan solusi untuk menghadapi permasalahan tersebut. Ada yang ingin sosialiasi tentang kespro diperbanyak, ada yang ingin menutup café remang-remang (terindikasi menyebarkan virus HIV) atau bahkan ada yang meyarankan agar dibuat pertemuan antara orang tua dan remaja agar dapat berkomunikasi dengan lebih baik lagi. Walaupun awalnya malu-malu saat diskusi, tapi saat presentasi mereka sangat antusias melaksanakannya.
Banyak hadiah dibagikan dalam acara ini, misalnya free condom (gratis), radio, baju, topi, dll. Mereka tampak sangat bergembira mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Sampai akhirnya acara penulisan pohon harapan mereka mulai sibuk berpikir apa yang akan mereka tulis dan gantungkan di pohon itu nantinya. Ada yang menulis, “ Semoga ditemukan obat mujarab untuk menyembuhkan HIV & AIDS” atau ada yang menulis “Turunkan harga SPP” semua mengeskpresikan dirinya di pohon kecil itu. Pohon harapan, terbuat dari pohon jeruk. Buahnya sudah tampak kecil mungil, tak sabar rasanya menunggu hingga berbuah manis dan bisa dicicipi. Demikian pula kertas-kertas yang tergantung disana penuh dengan harapan yang nantinya akan terus diwujudkan untuk kehidupan remaja yang lebih baik 
Seusai makan malam bersama, pesertapun kembali ke rumah masing-masing. Hari yang sangat menyenangkan. Penuh dengan tantangan, emosi, dan suka cita. Dan saya makin percaya, ketika kita bekerja dengan hati bahasa tak akan lagi jadi kendala (cieee curhat roaming nie yee,,haha).

Thanks to all : Perangkat desa Tulikup, Karang Taruna Desa Tulikup, Heartline FM, My new family Dane, Jill, Sarah, Lindo, Celeste, Esta, Dodok, Sammy, Laura dan semua warga Tulikup. Keep spirit, *cheeeers ^^V

“Always bear in mind that your own resolution to success is more important than any other one thing. ~Abraham Lincoln” (thanks for today lord)

Advertisements