“Tulisan yang seharusnya saya buat adalah mengenai ajakan untuk berpartisipasi dalam kegiatan penggalangan dana untuk biaya Andra berobat ke China. Seharusnya saya tulis dari minggu lalu, dan tampaknya UTS dikampus memberikan jarak pada saya dan laptop ini. Dan hari ini, di jeda waktu diskusi tentang ujian esok hari, saya menulis sedikit kisah tentang Andra, untuk tetap memberikan senyuman padanya yang telah menghadap Yang Kuasa dan semangat ketabahan untuk keluarga yang ditinggalkan. Cinta Kasih untuk Andra Tersayang”

Sore itu hujan deras, ketika teman diskusi saya “agus lenyot” mengabarkan tentang seorang anak bernama Andra yang mengidap penyakit kanker.

Namanya Andra, Anak teman kuliahku, dia keponakan dari Tisa” (rekan panitia Dies Natalis Unud).

Jujur saat pertama kali melihat, foto bocah mungil itu saya hanya tersenyum iba. Dalam pikiran terbersit bahwa banyak anak di Indonesia yang mengalami nasib serupa atau mungkin lebih parah. Tapi lama-kelamaan saya tertarik untuk mengikuti perjalanan kisah pilu si kecil Andra. Pertama saya membaca sebuah artikel di internet tentang penggalangan dana untuk biaya berobat Andra. Saya dapati foto Andra kala itu ganteng sekali mengenakan udeng Bali sambil bermain gamelan. Makin tertarik saya untuk mengetahui cerita tentang Andra.

Nama lengkapnya “Putu Bagus Aditya Maestra Devandra” lahir pada tanggal 26 Maret 2009 dari pasangan Agus Deni Handayana dan Putu Novarisna Wiyatna. Saat menginjak usia 6 bulan salah satu buah pelirnya membesar terus menerus. Orang tuanya pun segera membawa Andra ke banyak Dokter spesialis Anak dan ke RS Wangaya. Dari sana diketahuilah bahwa ada hidrokel (cairan) dan akan hilang dengan sendiri atau harus menunggu hingga usia 2tahun baru bisa operasi. Akan tetapi pada usia 1 tahun 2 bulan buah pelirnya sudah sebesar telur ayam (hingga lutut) dan akhirnya Andra dioperasi dengan melakukan penyedotan hidrokel/cairan tersebut..

Saat operasi itulah orang tua Andra diberitahu oleh dokter bahwa ternyata yang sebelumnya dinyatakan cairan merupakan sebuah Tumor yang sudah membesar. Hal ini mengharuskan pengangkatan Tumor beserta buah pelir kiri anak Andra. Setelah operasi pengangkatan tumor tersebut maka Andra harus menjalani CT scan. Dan saat itu Andra diketahui menderita Kanker ganas dengan metastase ke Paru,Ginjal dan getah bening. Kemoterapi adalah jalan terakhir, akan tetapi Andra tidak menjalaninya.

foto : iam bali

Banyak cara dan upaya telah dilakukan oleh orang tua dan orang-orang yang peduli terhadap Andra. Suatu ketika orang tua mereka pernah menonton di salah satu stasiun televisi mengenai pengobatan Penyakit Kanker di China dengan metode alternative dan sudag terbukti menyembuhkan banyak penderita kanker. Dan si kecil Andra yang menderita “Kanker Getah Bening ganas stadium lanjut ” hendaknya akan diusahakan berobat kesana. Akan tetapi keluarga kesulitan pembiayaan.

Sore itu, kurang lebih seminggu yang lalu sepulang siaran dari Radio Suara Udayana FM saya dan rekan saya Adi Pratama berencana untuk mengadakan penggalangan dana bersama rekan-rekan dari putra-putri kampus dan putra putri sekolah. Akhirnya setelah berhasil menghubungi beberapa kawan jadilah banyak pihak yang ingin berpartisipasi dalam acara penggalangan dana ” Untuk Andra Tersenyum kembali”. Rencana nya acara tersebut kami laksanakan pada tanggal 24 Oktober 2010. Akan tetapi melihat antusiasme teman-teman dari SMA yang turut ingin berpartisipasi menggalang dana di sekolah mereka masing-masing kegiatan ini pun kami undur hingga tanggal 31 Oktober nanti. Hari Jumat saya dan Adi akan berkonsultasi dengan orang tua Andra tentang kegiatan ini. Nah, sayapun telah menyiapkan sebuah dongeng yang saya dapatkan dari buku pemberian Bunda Rose Mini untuk saya dongengkan nantinya jika bertemu Andra hari Jumat, 29 Oktober 2010. Jeda waktu yang ada akan kami pergunakan untuk mempromosikan kegiatan ini dan tentunya untuk mematangkan konsep kegiatan lagi.

foto : iam bali

Dan siang ini, Selasa 26 Oktober 2010, yang kami sayangi Adik Andra telah kembali ke pangkuan Sang Pencipta. Berawal dari sebuah jejaring sosial, saya pun langsung kroscek ke Tisa (bibi Andra) apakah berita tersebut benar. Dan memang benar, Andra telah berpulang. Selamat jalan dik, walaupun kita belum bertemu hingga detik ini, tapi saya akan tetap mendongeng untuk Andra-Andra yang lain.
Untuk anak-anak yang memiliki semangat hebat sepertimu sayang……
Semoga tenang disana…
tersenyumlah dari atas…kami menyayangimu dik….^__^

foto : bale bengong

NB: untuk kegiatan konser amal ”Kasih untuk Andra” tanggal 31 Oktober 2010 tetap kami laksanakan bertempat di RTC Gatsu mulai pukul 15.00 Wita s.d 20.00 Wita. Dan hasil penggalangan dana akan tetap kami serahkan untuk Andra…Bagi teman-teman yang ingin berpartisipasi, ditunggu ya kedatangannya disana.

Mari tersenyum untuk ANDRA……..

Advertisements