Angin segar kembali berhembus di tahun 2009, Diawali oleh Wahyu Adi Raditya (Wakil Denpasar- FK UNUD) yang menjadi Pemimpin Muda Indonesia Tahun 2009 dan berkesempatan untuk hadir dalam International Forum of Children Welfare. Di tahun ini pula Bali tetap mendapatkan kepercayaan untuk menyandang gelar Duta Anak Indonesia oleh Sri Mahadana (Wakil Tabanan-SMA N 1 Tabanan), dan Yanita Ristanti (Wakil Karangasem-SMA N 1 Amlapura). Semakin diberikan kepercayaan, berharap meningkatkan kinerja kami dalam memperjuangkan hak anak.

Kegiatan mulai kami bangkitkan kembali dengan menguatkan kinerja dan membangun jaringan. Kami pun belajar untuk mandiri. Wisnu dkk, memelopori kegiatan Seminar tingkat provinsi Bali “Through to MDG’S yang dihadiri kurang lebih 40 peserta, dengan pembicara dari FAD, LPA, dan Jegeg Bagus Bali. Kegiatan ini menumbuhkan semngat kami untuk berusaha mencari dana, dan tidak terus-terusan hanya meminta pada LPA Bali yang menjadi ibu dari organisasi kami. Mandhara dkk, melakukan penggalian dana melalui Si kribal (Diskusi Kritis Anak Bali). Dalam kegiatan ini diundanglah anak-anak dari seluruh kabupaten untuk share masalah anak di kabupaten mereka. Cara lain yang ditempuh untuk mencari dana, adalah dengan mengadakan Fund rising oleh Wahyu dkk dengan menjual pin. Pin ini berisi mengenai promosi UUPA dan Cinta tanah air. Sedikit demi sedikit kami dapat melanjutkan sedikit langkah dengan kaki kami sendiri.
Kegiatan rutin mulai kami laksanakan kembali, menyebar brosur dan pamphlet. Kali ini bertepatan dengan perayaan hari anak internasional. Selain itu kami juga melaksanakan Bakti sosial ke Panti Asuhan Kesayan ikang papa di Gianyar. Panti asuhan ini khusus untuk teman-teman kita yang mengalami difable (different ability). Kegiatan ilmiah kmai laksanakan melalui Seminar gratis untuk Teman-teman FADBALI di kabupaten Klungkung dengan mengadakan seminar UUPA dan sosialisasi FADBALI di Aula SMA N 2 Semarapura. Kurang lebih terdapat 70 siswa yang hadir saat itu dari tingkat SMP hingga SMA. Kegiatan ini merupakan kegiatan mandiri FADBALI yang pertama kali dilakukan di luar kota Denpasar, Salut untuk Upawita dewi dkk. Dan inovasi-inovasi dalam kegiatan tetap kami lakukan di tahun 2009 ini. Untuk pertama kalinya FADBALI mengadakan Mimbar Anak Bali di tempak yang lebih layak. Lebih layak yang saya maksud adalah memenuhi standar batas kewajaran bagaimana seorang anak dapat istirahat, bermain dan bersidang dengan nyaman. MAB III berhasil kami laksanakan di BAPELKES (terimakasih untuk Mandhara dkk). Dan pada akhir tahun kami sudah menjadi narasumber tetap di RRI untuk hak anak, UUPA dan partisipasi anak. Kami mengudara tiap 2 minggu seklai dengan topic dan narasumber yang berbeda. Ini salah satu cara kami unuk terus bersosialisasi dengan masyarakat umum.

Workshop tobacco dari total ban kembali memberikan kesegaran pada organisasi kami. Saya dan beberapa rekan FADBALI ditunjuk sebagai fasilitator, sedangkan Wahyu, Mandhara, Yuda dkk menjadi peserta. Dan dalam kesempatan inilah FADBALI juga menajdi salah satu pendiri SEGAR BALI (Sekaa Gerakan anti Rokok, Bali) yang aktif melindungi anak-anak dari bentuk sponsor dan iklan rokok yang menyesatkan. Dimulai dengan aksi damai di depan Bajra Shandi dan pembacaan mengenai Deklarasi anak Bali tentang pembatasan Iklan, sponsor dan produk rokok untuk melindungi anak agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Dalam kegiatan ini tak kurang dari 250 pelajar berkumpul untuk menyampaikan aspirasi mereka. Ada yang melalui spanduk, poster, teaterikal, dan deklarasi anak. Berbicara tentang deklarasi, Fadbali juga berpartisipasi menyampaikan Suara Anak Bali bersama KPAID, LPA, Bali Sruti dll kepada anggota DPRD provinsi Bali. Saat itu Mahadhana menyampaikan point-point yang intinya mengingingkan kota yang ramah bagi anak serta pendidikan yang layak untuk semua anak. Banyak orang yang hadir saat itu dan mengapresiasi kinerja kami. Sebuah organisasi anak yang dijalankan oleh anak dan untuk anak. Kami merasakan rasa haru yang memuncak saat kami menyadari, bahwa makin banyak elemen masyarakat yang tergerak hatinya utnuk berjuang demi masa depan bangsa. Dan kami tidak akan pernah lelah untuk selalu berjuang, memperjuangkan hak anak Indonesia.

Advertisements