Setelah hampir 3 tahun menjabat, riak-riak kejenuhan muncul lagi saat mereka menginginkan sesuatu yang baru untuk menahkodai FADBALI. Saya sadar dalam jangka waktu yang telah terlewatkan, jiwa kepemimpinan teman-teman sudah melonjak-lonjak ingin bersinergi dengan realita. Ini bulan-bulan terkahir saya menjabat sebagai Ketua FADBALI (yang hampir menyamai periode kerja Presiden RI-5 tahun). Ada yang berujar, saya seperti Soeharto yang memimpin sangat lama, ada yang ingin mendapatkan hal baru dari FADBALI, dan semuanya saya tampung untuk dirembugkan dengan ibu Masni. Akhir tahun 2009, akhirnya diputuskan akan ada perpanjangn masa jabatan kepengurusan hingga Mimbar Anak Bali, dan ketua yang baru akan dipilih disana. Untuk mengadakan resuffle itulah kami mengadakan MALUBI (Musyawarah Anak Luar Biasa). Dalam kegiatan ini kami juga merumuskan beberapa pondasi organisasi seperti membuat syarat calon Ketua FAD dan draft AD/ART dan GBHO yang akan di bahas di MAB selanjutnya. Resufle pun dilakukan, mulai dari susunan inti sampai tahapan komisi. Banyak teman-teman yang telah cukup lama bergabung di volunter pejuang anak masuk ke dalam kepengurusan.

Advertisements