Ditahun ini kami banyak melakukan kegiatan sosialisasi pembentukan FADBALI, seperti menyebarkan pamphlet dan flayer di tempat umum serta mengadakan diskusi dengan anak-anak dilingkungan Kecamatan Sukawati Gianyar. Dalam acara diskusi ini juga diisi dengan menari bersama, permainan tradisional serta gerakan gemar membaca. Selain itu kami juga menjadi narasuber di tv local Bali dalam acara Mutiara Hati. Ditahun ini kami juga melaksanakan kegiatan kunjungan ke LAPAS anak di karangasem. Sekedar berbagi cerita, memotivasi dan memberikan semangat untuk merancang masa depan yang lebih baik. Kegiatan serupa juga kami laksanakan di Munti Gunung, Karangasem. Disana FADBALI dipertemukan dengan ratusan anak dan kamipun mulai memotivasi mereka agar tetap melanjutkan pendidikan dasar.

Selain kegiatan rutin, kami juga melaksanakan kegiatan bantuan sosial yang bersifat insidential, misalnya saja saat terjadi angin Putting Beliung di Ketewel, Gianyar. Saaat itu FADBALI mengunjungi 3 Desa dan memberikan sedikit sumbangan akan tetapi kami juga mengajak anak-anak di sana untuk bergembira bersama. Harapan kami agar beban trauma mereka pasca bencana menjadi sedikit berukurang.
Tahun 2007 merupakan pertama kalinya Mimbar Anak Bali dilaksanakan. Kami melaksanakan MAB I di Sekretariat FAD (LPA BALI), dan dalam MAB ini dirumuskanlah suara anak Bali yang berisi mengenai poin-poin pengharapan kmai kepada pemangku kebijakan agar kami mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Suara anaka Bali ini akan dibacakan dalam konggres anak Indonesia. Akan tetapi kami sempat kecewa karena Konggres anak tahun ini tidak dilaksanakan. Tapi ini tidak menyurutkan langkah kami untuk terus berusaha, maka kami kirimlah suara anak Bali kepada Gubernur Bali dan Ketua DPRD Provinsi Bali.

Tahun 2007 merupakan tahun yang istimewa bagi saya. Karena di tahun ini saya mendapatkan penghargaan atas pemimpin muda Indonesia tahun 2007. Dengan penghargaan ini, FADBALI lebih terkenal ke kancah Nasional. Dan kami juga sempat diliput dalam acara Dunia Anak di Trans TV. Saat itu saya bersama Ibu Masni diundang menghadiri Konggres Anak Jawa Timur dalam rangka hari Anak Internasional di Tulung Agung. Dalam acara tersebut saya juga menyebarkan informasi seputaran FADBALI dan kegiatan yang pernah kami laksanakan di Bali.
Di tahun 2007 ini banyak hal baru yang saya lakukan. Mulai dari merumuskan kegiatan MAB, hingga mengikuti FUN/FORNAS/FAN (namanya berubah sesuai dengan surat dari KeMeNegPP). Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai pemimpin muda Indonesia. Acaranya hampir mirip dengan Konggres, tapi saya merasakan ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Pertama misalnya dari segi kebabasan anaka dalam berekspresi, karena dalam beberapa acara anak-anak masih di gabung dengan orang dewasa. Dan mungkin konsep acara harus lebih dimatangkan lagi agar waktu bisa lebih dimanfaatkan dan Uang Negara yang kami pakai memang benar-benar bisa menunjang langkah konkret kami dalam mempejuangkan hak anak.
Di akhir tahun kami melaksanakan perayaan Hari Ibu, sebagai wujud terimakasih kami kepada ibu yang telah melahirkan dan merawat kami. Kegiatan ini akan menjadi kegiatan rutin FADBALI setiap tahunnya. Acara tahun ini sangat sederhana, dan dirayakan di LPA Bali. Tapi sangat berkesan bagi kami, orangtua kami, serta semua yang mengikuti acara ini. Karena kami sadar rasa syukur dan teirmakasih tidak boleh lupa kami panjatkan karena dengan itu kami bisa lebih bersemangat lagi untuk menjadi yang lebih baik.

Advertisements