Tags

, ,

Catatan perjalanan duta wisata pemuda (jambore pemuda indonesia th 2010)
3-4 Juni 2010, Singkawang-Kalimantan Barat

sunset di wisata rindu alam_kalbar

Cerita ini diawali dengan situasi camp perkemahan JPI pasca hujan deras semalam. Tenda kebanjiran, terpaksa nyeker kemana-mana. Jika kembali terik, sudah jadi patung kaki lumpur ini. Melekat sangat erat, pulen bak tanah liat. Tapi yg saya bagi sekarang adalah mengenai perjalanan hari pertama tugas sbg duta wisata, bukan keadaan camp yg jadi topik pembicaraan dstiap tenda,,mungkin oleh smua pemuda indonesia di tempat itu.

Usai mandi bergegas kumpul di sekre pantia untuk berangkat bersama menuju kota singkawang. Belum pernah saya mendengar sebelumnya tentang kota ini, tapi kata mbah gugel, kota ini akan sangat semarak saat imlek. Dari sini bisa juga melihat laut cina selatan, bahkan dikatakan singkawang adalah singapura jaman dulu.,,emm makin penasaranlah saya dibuatnya.

Jam 7 pagi berangkat dari landak menuju singkawang
Perjalanan diperkirakan selama kurang lebih 4 jam. Ya, dan ternyata memang lebih dari 4 jam, tapi saya cukup puas menikmati perjalanan.
Melihat sekelumit kehidupan tionghoa di bumi intan ini.
Pertama kami singgah di pantai ancol pontianak, pantai dengan beberapa pulau kecil di tengahnya. Mirip nusa penida jika di bali, tapi jumlah pulau di pantai ini lebih banyak dan menyebar.

Perjalanan dilanjutkan menuju pantai pasir panjang untuk mengikuti acara penyambutan oleh walikota singkawang
Kami disuguhi dengan tarian khas dayak serta belia cantik bermata sipit yg mengenakan baju cinanya
(ketika mengamati penduduk lokal saya jadi teringat dengan ‘Pey-pey’ saya yang bermata sipit, yah,,sedikit melepas kerinduan, walaupun hanya bisa membayangkannya saja)

Sore hari kami yg tergabung dalam duta wisata jambore pemuda indonesia mengikuti kegiatan tanam pohon diantar oleh perkumpulan motor tiger kal-bar,,(hwaah,,harus diakui saya sempet keder akibat trauma kclakaan, apalagi saya tergolong cukup primitif berboncengan dengan motor gede, jadilah saya berkeringat dingin memegangi kepala tanpa helm menembus perbukitan)

Makin Sore, kami diajak ke tempat wisata ‘rindu alam’, kawasan wisata hutan perbukitan dengan panorama laut cina selatan yang membentang disekelilingnya
Sungguh cantik sekali,,,
Apalagi ketika sunset mulai disajikan,
Tangan dan mata tak pernah berhenti untuk mengabadikan momen berharga ini
Menyaksikan tenggelamnya sang mentari dari atas bukit yang hijau
“amazing”
Sempat aku berpikir mungkin seperti inilah keindahan pantai di pulau dewata sebelum dijamuri banyak wisatawan
Asri, tenang dan sangat menarik
Kiranya keindahan sunset singkawang dari atas bukit dan sepanjang pantai panjang bisa lebih di optimalkan lagi
Biarlah berbagi keindahan dengan banyak mata, tapi tak membuka peluang untuk mengucurkan air mata pertiwi dg eksploitasi yang berlebihan

Malam harinya kami disuguhi acara saprahan, ini adalah acara yg dilakukan saat ada upacara pernikahan. Bentuknya unik, karena memiliki aturan dalam makan.
5 orang duduk bersila mengelilingi makanan yang akan dibawakan nantinya. Prosesinya mirip dengan ‘megibung’ di bali. Beberapa makanan dihidangkan untuk bersama, tapi bedanya tiap orang memegang piring masing2 tidak dijadikan satu. Dengan makan ala saprahan ini dipercaya agar kita bisa memupuk rasa kebersamaan dan kekeluargaan.
Lauk yang dihidangkan bermacam-macam lengkap dengan buah jeruk pontianak yang manis.
Kami lahap semua menu yg disediakan. Hingga akhirnya saya terhenti dg muka merah karena tersedak.
saya lirik air dalam caratan besi, tapi sayang sekali ternyata itu air untuk membasuh tangan.
Jadilah saya hanya menenggak susu jahe yang disediakan,,(hikz, ingin menangis rasanya, sebab wedang susu jahe ini mengingatkan saya pada tubrukan konyol yg sempat saya alami di teuku umar)
Diceritakanlah dengan pantun melayu, bahwa setiap peserta harus menambah nasi minimal dalam 1x putaran dan nasi sebakul pun harus dihabiskan,,,
Namun karena tiap peserta menggunakan pakaian adat dan perut kami juga sudah penuh oleh beberapa hidangan yang kami lahap, jadilah nasi dalam bakul tak kunjung habis.

Tepat pukul 8, hiburanpun tiba. tourism band ‘band asuhan diParda singkawang’ siap menghibur kami.
Tapi ditengah acara, malah kami para penikmat yang menjadi pengisi acara,,
Tembang yang apik milik afgan dilantunkanlah oleh kawan dari brunai darrusalam..
lagu demi lagu terlewatkan, duta wisata jatim dg goyang khasnya menyanyikan lagu kucing garong ditemani beberapa kawan lainnya.
Sungguh benar-benar hingar malam itu.
Emm, tapi sayang saya tidak bisa ikut sumbang suara,,karena suara saya memang sedang sumbang kala itu,,coba ga serak,,jeg sikaat panggungnya,,hahaha

Tepat tengah malam, kami mengadakan pesta barbeque
Hukh,,jagung bakar rupanya
Dan saya hanya bisa bertukar pikiran dengan teman dari papua barat tanpa harus mencicipi gurihnya jagung hitam itu….(ternyata gigi saya pasca kecelakaan belum sepenuhnya bisa menggigit makanan dengan baik)

Wah, 1 hari full yang sangat menyenangkan, tak sabar memasuki hari tugas kedua sebelum akhirnya kembali menuju kabupaten landak, untuk bergabung dalam jambore pemuda indonesia.
Wah terlelap pada pukul 3 dini hari, bersama kawan saya ocy dari jakarta (yang telah tertidur lebih awal) dan rara dari jawa tengah. semua terlelap dalam kelelahan masing-masing, berimaji untuk esok hari menjelajah ke kota singkawang.

Advertisements